DEBAT: Siapa Bakal Jadi Kuda Hitam Di Liga Champions 2014/15?

Kesuksesan Atletico Madrid dan Borussia Dortmund menembus final Liga Champions dipastikan akan menginspirasi tim-tim kuda hitam lainnya.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter

Liga Champions akan kembali dihelat pada tengah pekan ini. Secara rutin, kompetisi elite Eropa ini selalu sanggup memunculkan sosok jagoan baru nan mengejutkan. Bahkan dalam dua musim terakhir, kita telah menyaksikan ada dua tim kuda hitam yang sukses menembus babak final!

Musim lalu, Atletico Madrid secara tak terduga mampu melewati hadangan sulit dengan sukses menyingkirkan Barcelona dan Chelsea sebelum akhirnya harus dibenamkan rival sekotanya Real Madrid di partai puncak. Sebelumnya, pada musim 2012/13, masih teringat jelas dalam pikiran ketika Borussia Dortmund, yang berstatus non-unggulan, sanggup mampu menapakkan kaki di final di Stadion Wembley guna menciptakan all-German final melawan Bayern Munich.

Jauh ke belakang, tepatnya di awal 2000-an, Valencia pernah sukses dua kali secara beruntun menembus babak puncak meski pada akhirnya kalah. Jangan pula lupakan duel final tak lazim pada 2004 ketika Porto bertemu AS Monaco. Melihat pengalaman-pengalaman di atas, para underdog dipastikan selalu punya kesempatan untuk berbicara banyak di Liga Champions dan menjadi momen yang layak ditunggu tiap tahunnya.

Dan pada Liga Champions musim 2014/15, tentu saja ada beberapa nama yang patut diperhitungkan untuk menggebrak dominasi tim-tim semacam Real Madrid, Bayern Munich, Chelsea, Barcelona. Goal Indonesia merangkum sedikitnya delapan tim yang diyakini akan sanggup memberikan efek kejut di Liga Champions musim ini.

Kita awali dari tanah Inggris. Terlemparnya Manchester United dari big four membawa perubahan baru. Adalah Liverpool yang mengisi slot tersebut dan menjadikan jawara lima kali Liga Champions itu kembali ke Eropa setelah absen sejak 2009/10. Di sinilah terdapat potensi kejutan yang siap diberikan pasukan Brendan Rodgers. Dengan ‘hanya’ mendapat lawan sulit dalam diri Real Madrid di fase grup, The Reds diprediksi bisa melenggang mudah ke babak knock-out. Dan setelah itu, biarlah kualitas permainan Steven Gerrard dan kawan-kawan berbicara sendiri untuk menapaki jalan menuju perempat-final, semi-final, dan seterusnya.

Wakil Inggris lain seperti Arsenal dan Manchester City, diharapkan bisa melangkah lebih jauh ketimbang hanya sekedar lolos ke babak 16 besar seperti musim-musim sebelumnya. Peluang lebih besar terletak pada Arsenal -- yang saat ini memasuki fase grup Liga Champions untuk ke-17 kali secara berturut-turut -- mengingat bagusnya aktivitas transfer mereka di musim panas ini seperti mendatangkan Alexis Sanchez, pemain yang sarat pengalaman di ajang ini bersama Barcelona.

Finalis dua musim terakhir, Dortmund dan Atletico, mungkin masih bisa disebut sebagai tim kuda hitam setelah prestasi belakangan. Namun status itu sepertinya lebih pantas disandang oleh tim-tim yang musim lalu finis di bawah mereka di liganya masing-masing, yakni Bayer Leverkusen dan Athletic Bilbao. Dua tim ini sama-sama finis di urutan keempat Bundesliga Jerman dan La Liga Spanyol musim lalu

Leverkusen, yang kini memuncaki klasemen sementara Bundesliga, sukses menyingkirkan FC Kopenhagen di babak play-off dengan skor agregat mutlak 7-2. Bersama pelatih anyar Roger Schmidt yang menanamkan filosofi gegenpressing alias pressing ketat dan serangan cepat, Die Werkself berpotensi meniru kesuksesan Dortmund di dua musim lalu. Ditambah masuknya pemain anyar seperti Hakan Calhanoglu hingga Josip Drmic, Leverkusen punya kesempatan untuk mendorong klub-klub Jerman menguasai Eropa kembali.

Sementara Bilbao berpotensi lebih menyeramkan setelah di babak play-off secara impresif sukses menyingkirkan wakil Serie A yang sedang bertransformasi menjadi tim kuat, Napoli. Mungkin akan sulit bagi Ernesto Valverde dan pasukannya untuk mengulangi pencapaian Atletico di musim lalu, namun setidaknya Valverde bisa meniru langkah Manuel Pellegrini ketika dua musim lalu nyaris mengantar Malaga lolos ke semi-final.

Tersingkirnya Napoli di tangan Bilbao itu membuat Italia hanya memiliki dua wakil di Liga Champions musim ini. Ketika sang raja Serie A Juventus masih kesulitan menancapkan taringnya di Eropa, calcio kini punya harapan baru lain dalam diri AS Roma yang kembali ke Liga Champions setelah terakhir kali berkiprah pada 2010/11. Meski berada di grup kelas berat bersama Bayern Munich, Manchester City, dan CSKA Moskwa, dengan performa terkini pasukan Rudi Garcia di Serie A, Tim Serigala siap bersaing di fase gugur.

Status kuda hitam dipastikan akan kembali melekat di tubuh Paris Saint-Germain. Setelah dua musim terakhir tersingkir di perempat-final oleh Barcelona dan Chelsea hanya karena aturan gol tandang, Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan kini punya kewajiban moral untuk melangkah lebih jauh lagi. Kedatangan David Luiz dan semakin matangnya taktik Laurent Blanc menjadi faktor penting yang akan mengubah peruntungan Les Parisiens di musim ini.

Terakhir, jangan lupakan wakil Portugal yang tengah dalam periode positif pada musim lalu: Benfica. Pasukan Jorge Jesus musim lalu hampir lolos ke fase gugur, namun mereka kalah selisih gol dari Olympiakos sehingga harus “turun kasta” dengan tampil di Liga Europa. Ndilalah, Benfica sukses melaju di final sebelum kutukan Bela Guttman yang berwujud Sevilla menghampiri mereka. Kekalahan tersebut menjadi noda terbesar di musim itu setelah di kompetisi domestik mereka meraih treble. Kini, Si Elang jauh lebih siap untuk mengejutkan Eropa.

addCustomPlayer('8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', '', '', 620, 540, 'perf8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', 'eplayer4', {age:1407083239229});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics