Deco: Kami Tak Akan Mengalahkan Arsenal di Final 2006 Jika Bukan Karena Valdes

Deco, 2006 Champions League Final

Mantan gelandang Barcelona, Deco, mengatakan kepada FourFourTwo bahwa penyelamatan penting Victor Valdes di babak kedua dari peluang Thierry Henry menjadi titik balik keberhasilan timnya memenangi final Liga Champions 2006. 

Ketika pertandingan tersisa 20 menit lagi, Arsenal sedang unggul 1-0 berkat gol sundulan Sol Campbell di babak pertama, meski bermain dengan 10 pemain saja sejak menit ke-18 setelah Jens Lehmann melanggar Samuel Eto’o.   

Tim asuhan Arsene Wenger mampu melewati tekanan berat yang diberikan Barcelona setelah babak kedua dimulai, namun sebetulnya mereka berpeluang untuk menggandakan keunggulan di paruh terakhir pertandingan ketika Henry memiliki peluang emas di depan gawang - yang sayangnya mampu digagalkan oleh Valdes.

Dan penyelamatan itu terbukti penting: Eto'o mampu mencetak gol penyeimbang di menit ke-76, sebelum Juliano Belletti mencetak gol kemenangan ketika pertandingan tersisa 10 menit lagi. Eks gelandang Blaugrana, Deco - yang juga memenangkan trofi ini bersama Porto pada 2004 – mengenang kembali momen tersebut dalam dokumenter terbaru karya FourFourTwo Films , How to win the Champions League by the men who have done it.

Saya bahkan berpikir wasit melakukan kesalahan - ia seharusnya menggunakan aturan advantage (membiarkan pertandingan terus berlangsung untuk memberi keuntungan bagi tim yang terlanggar) dan membiarkan kami mencetak gol

- Deco

“Pertandingan ini memiliki tiga fase," kata eks pemain timnas Portugal ini kepada FourFourTwo. "Di awal pertandingan, ketika kami punya satu pemain lebih banyak, kami mengontrol pertandingan dan saat itu kelihatannya laga ini akan mudah."

“Saya bahkan berpikir wasit melakukan kesalahan - ia seharusnya menggunakan aturan advantage (membiarkan pertandingan terus berlangsung untuk memberi keuntungan bagi tim yang terlanggar) dan membiarkan kami mencetak gol (ketika Lehmann melanggar Eto'o), untuk membuat skor 1-0. Tetapi mereka malah mencetak gol dari tendangan bebas dan pertandingan pun menjadi lebih sulit karena mereka kemudian bertahan dan mulai bermain mengandalkan serangan balik."

“Tetapi untuk saya, momen paling menentukan di final itu adalah ketika Henry berhadapan satu lawan satu dengan Valdés setelah memanfaatkan sebuah serangan balik. Victor membuat sebuah penyelamatan yang spektakuler, nyaris tak mungkin dilakukan."

“Saya pikir jika mereka bisa membuat skor menjadi 2-0, pertandingan itu akan berakhir. Saya pikir kami tidak akan mampu bangkit dari ketertinggalan itu. Yah, Anda memang tak pernah tahu apa yang bisa terjadi, tetapi jika melihat bagaimana pertandingan berjalan, saya rasa itu akan sangat sulit terjadi.”

Anda bisa melihat filmnya di akhir artikel ini

Para pemain Barcelona berulang kali memuji perubahan taktik yang dibuat Frank Rijkaard saat jeda pertandingan di Paris itu - dan Deco pun setuju bahwa keputusan bosnya juga membantu mereka mengubah jalannya pertandingan.

“Frank jauh lebih tenang daripada kami - ia memang selalu seperti itu," kenang Deco. "Ia berkata, kami hanya perlu bermain sebagaimana biasanya; ini hanya pertandingan biasa. Ya, dia punya kemampuan untuk menenangkan kami."

Rijkaard sudah memenangi kompetisi ini sebelumnya dan hal itu memberikannya keuntungan dibandingkan manajer-manajer lainnya

- Deco

“Logis saja, selain memang seorang manajer hebat, ia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Ia sudah memenangi kompetisi ini sebelumnya dan hal itu memberikannya keuntungan dibandingkan manajer-manajer lainnya."

“Saat turun minum, ia cukup tenang. Ia membuat beberapa perubahan, dan akhirnya memasukkan Belletti, yang sebetulnya sebuah keputusan mengejutkan, agar ia bisa menambah serangan kami. Kemudian juga [Henrik] Larsson, agar kami bisa memiliki pemain yang kuat (secara fisik) di lini serang - dan ia bermain sangat baik saat itu. Kemudian [Andres] Iniesta juga masuk."

“Risikonya adalah mereka (Arsenal) bisa mencetak gol dari serangan balik karena mereka memiliki para pemain yang cepat dan berbahaya. Jadi pembicaraan kami saat itu adalah lebih ke bagaimana kami mencoba terus menyerang dan mencetak gol namun tetap berhati-hati di lini pertahanan. Tetapi kami mulai percaya kami bisa mencetak gol, dan Belletti akhirnya mampu mencetaknya."

Memenangkan Liga Champions adalah impian setiap pemain, tetapi hanya sedikit yang pada akhirnya bisa mengangkat Si Cuping Besar tinggi-tinggi. Mengapa? dan, yang paling penting, bagaimana mereka melakukannya? FFT bertanya kepada pemain-pemain seperti Lionel Messi, Javier Zanetti, dan Xabi Alonso untuk menjelaskan kesuksesan mereka. Saksikan di bawah ini