Demi Liga Primer Inggris, Pemuda Ini Mungkin Lepas Paspor Singapura

Keharusan mengikuti wajib militer Singapura bisa memupus impian Ben Davis tampil di Liga Primer bersama Fulham.

Berkarier di Liga Primer Inggris sudah menjadi impian kebanyakan pemain sepakbola sekarang ini, tak terkecuali pemuda Singapura yang bernama Ben Davis.

Mimpi untuk tampil di kompetisi elite Eropa semakin dekat dengan Davis setelah dirinya resmi meneken kontrak profesional bersama Fulham, yang menjadi tim promosi Liga Primer musim 2018/19.

Gelandang berusia 17 tahun tersebut merupakan lulusan akademi Fulham. Awalnya Davis hanya menjalani kontrak beasiswa bersama skuat U-18, namun perkembangan pesat membuatnya dilirik manajer tim utama Slavisa Jokanovic.

Hanya saja, harapan Davis untuk mengejar mimpinya tersebut terancam kandas lantaran dirinya diharuskan untuk mengikuti wajib militer Singapura.

Davis memiliki latar belakang unik. Ia merupakan sosok kelahiran Phuket dari ayah seorang warga negara Inggris dan ibu dari Thailand. Tapi Singapura menjadi tempat dirinya tumbuh hingga meraih kewarganegaraan pada 2009 lantaran sang ayah yang bernama Harvey pindah ke sana untuk mendirikan akademi sepakbola.

Status sebagai warganegara Singapura inilah yang mengharuskan Davis mengikuti wajib militer selama dua tahun, dari usia 18 hingga 21 tahun, dan hal tersebut bisa mengganggu kelancaran kariernya sebagai pesepakbola profesional.

Ben Davis and family

Pengajuan agar wajib militer ditangguhkan sudah diupayakan oleh keluarga Davis, namun sejauh ini mendapat penolakan dari Kementrian Pertahanan Singapura (MINDEF). MINDEF menyatakan eksepsi wajib militer hanya bisa diaplikasikan kepada olahragawan yang tampil di pentas internasional seperti Olimpiade dan berpotensi besar meraih medali.

Situasi pelik ini memaksa keluarga memikirkan opsi untuk melepas paspor Singapura yang dimiliki oleh Davis saat ini.

"Saya masih berharap federasi Singapura [FAS] mendukung permohonan penangguhan, dan dengan sentimen yang diungkapkan oleh publik, itu bisa membantu," ungkap sang ayah, Harvey seperti dilansir Today Online.

"Pada akhirnya, sebagai orang tua, saya harus melakukan yang terbaik untuk putra saya. Melepas kewarganegaraan Singapura sebenarnya bukan sesuatu yang ingin kami pertimbangkan."

"Namun jika tidak ada pilihan lain dan kami memang berada dalam situasi tersebut, saya pikir itu bukan sebuah pilihan yang kami anggap enteng, entah nanti kami harus meminta putra saya untuk mengabaikan mimpinya."

Jika terjadi, maka ini berarti kerugian bagi Singapura karena kehilangan salah satu bakat besar yang mereka miliki. The Lions sebenarnya pernah memanggil Davis untuk masuk skuat saat melakoni laga internasional pada Maret lalu, namun pelatih V. Sundramoorthy tak memberinya menit bermain.

Tanpa paspor Singapura, Davis masih punya kesempatan bermain di level internasional bersama dengan Inggris dari garis keturunan ayahnya, serta Thailand yang merupakan tempat asal ibunya serta kelahiran dirinya.

 

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Juara Bersama Prancis, Alphonse Areola Masih Bisa Bela Filipina
2. Peter Butler & Marko Kabiay Resmi Dikontrak PSMS
3. Zinedine Zidane Jadi Juru Transfer Juventus?
4. Mantan Wasit EPL: Harusnya Tak Ada Penalti Di Final Piala Dunia 2018!
5. Momen Kedatangan Cristiano Ronaldo Di Juventus

 

Footer Banner Piala Dunia 2018

 

Topics