Derby Manchester Batal, Ini Reaksi Fans Tiongkok

Sebagian fans marah dengan pembatalan laga, namun ada juga yang memaklumi keputusan kedua klub...

Panitia pelaksana pertandingan antara Manchester United dan Manchester City tampaknya kurang sigap dalam mengantisipasi hal yang tidak terduga. Setelah pembatalan laga derby Manchester tersebut, konferensi pers yang direncanakan digelar untuk menjelaskan situasi juga terus ditunda-tunda.

Hal itu tentu membuat puluhan ribu fans yang telah memegang tiket untuk melihat bintang favorit mereka merasa kecewa dan marah.

Seperti yang diketahui, laga antara United dan City dibatalkan setelah kedua kubu menilai kondisi lapangan Bird Nest Stadium tidak layak menggelar pertandingan, dan kedua tim enggan mengambil resiko para pemain mereka cedera akibat hal tersebut.

Seorang fans Man City, Chen (foto bawah), yang masih duduk di bangku sekolah dan datang bersama orang tuanya, mengatakan kepada Goal Tiongkok: "Ibu dan ayah saya meminta cuti dari pekerjaan untuk membawa saya ke Beijing demi menyaksikan pertandingan. Sekarang semuanya berantakan. Uang keluar sia-sia. Tetapi apa yang bisa saya katakan?"

Tetapi, tidak semua fans merasa marah dengan situasi yang terjadi, salah satu fans Manchester City lain yang juga datang dari jarak cukup jauh mengaku tidak bisa menyalahkan klub.

"Jarak yang saya tempuh bukan masalah. Saya hanya ingin melihat Manchester City secara langsung. Tetapi ketika saya meninggalkan hotel dan menuju stadion, saya diberitahu pertandingan dibatalkan. Saya kecewa. Tetapi Anda tidak bisa menyalahkan klub. Lapangan buruk jadi masalahnya," ujar Chao (pria berkaca mata di foto utama).

Dan seorang fans Manchester United yang enggan disebutkan namanya juga sependapat, ia menilai stadion tempat berlangsungnya pertandingan menjadi masalah utama.

"Bird Nest Stadium tidak layak menggelar pertandingan sepakbola profesional apapun. Kondisi buruk lapangannya juga sudah terkenal. Saya ingat ketika Bayern Munich menghadapi Valencia pada laga uji coba tahun lalu, lapangan juga dikritik keras oleh tim dan pelatih. Dan ketika menjadi tuan rumah Piala Super Italia, lapangan juga buruk. Peringatan itu sudah ada sejak lama," ungkapnya.