Deretan Pelatih Debutan Di Piala AFF 2016

Setidaknya ada lima pelatih yang akan menjalani debutnya di pesta sepakbola Asia Tenggara dua tahunan ini.

Piala AFF 2016 tidak hanya memunculkan sejumlah wajah baru di sisi pemain, tapi juga pelatih. Tercatat ada lima pelatih yang bakal menjalani debutnya di pesta sepakbola Asia Tenggara dua tahunan itu.

Dibandingkan Grup A yang hanya diwakili arsitek timnas Singapura Varadaraju Sundramoorthy, seluruh kontestan di Grup B memakai pelatih yang belum pernah menangani tim di Piala AFF. Berikut daftar pelatih yang menjalani debut di Piala AFF 2016:

Varadaraju Sundramoorthy

Kiprah Sundramoorthy bersama tim nasional Singapura sebetulnya bukan hal baru. Hanya saja, pria berusia 51 tahun ini lebih sering berkecimpung di level junior dengan Young Lions dan LionsXII. Sundramoorthy sempat menjadi caretaker Singapura untuk mengisi kekosongan setelah ditinggal Radojko Avramovic pada 2013.

Namun setelah Bernd Stange mengambil alih kursi kepelatihan, mantan striker Singapura ini memilih menangani Negeri Sembilan dan Tampine Rovers. Setelah kontraknya bersama Rovers berakhir, Sundramoorthy pun ditawari menangani Singapura.

Pria yang sempat dijuluki Dazzler ketika masih aktif bermain ini dianggap sebagai juru taktik yang bagus. Ia membawa LionsXII menjadi juara Malaysia Super League (MSL) pada 2013. Dibantu asistennya, Fandi Ahmad, Sundramoorthy pun memasang target lolos ke semi-final Piala AFF 2016.

Gerd Zeise

Myanmar menyedot perhatian penggemar sepakbola tahun lalu setelah berhasil mencatatkan sejarah tampil di putaran final Piala Dunia U-20. Zeise menjadi aktor utama dalam keberhasilan Myanmar menorehkan prestasi tersebut, walau mereka akhirnya menelan kekalahan di tiga pertandingan fase grup.

Keberhasilan Myanmar tampil di turnamen tertinggi level junior itu didapat setelah mereka melaju ke semi-final Piala Asia U-19 satu tahun sebelumnya. Arsitek asal Jerman ini bisa dibilang sebagai sosok yang membangkitkan persepakbolaan Myanmar.

Pada 2015, federasi sepakbola Myanmar (MFF) pun menunjuk pria berusia 64 tahun ini sebagai arsitek tim senior menggantikan Radojko Avramovic yang dianggap gagal, karena hanya memberikan tujuh kemenangan, empat imbang, dan 11 kali kalah. MFF berharap The White Angels menorehkan hasil bagus, dan menciptakan pesepakbola andal di bawah asuhan Zeise.

Nguyen Huu Thang

Piala AFF bukan ajang baru bagi pria berusia 44 tahun ini. Huu Thang sudah mencicipi pesta sepakbola Asia Tenggara dua tahunan itu sebanyak empat kali sejak pertama kali digulirkan 1996, satu diantaranya kala ditangani Alfred Riedl yang kini menukangi timnas Indonesia.

Saat menjadi pemain, Huu Thang dikenal sebagai bek tangguh. Ia telah tampil di empat edisi Piala AFF. Huu Thang membantu Vietnam menempati peringkat tiga pada 1996, runner-up (1998), posisi keempat (2000), dan peringkat tiga (2002).

Setelah gantung sepatu, Huu Thang mengawali karir sebagai pelatih di Song Lam Nghe An pada 2005, dan sempat menangani Vietnam U-20 di tahun yang sama. Huu Thang kembali menangani klub pada 2009 bersama Hanoi T&T dan Song Lam Nghe An, sebelum akhirnya tahun ini ditunjuk sebagai pelatih tim nasional.

Ong Kim Swee

Kiprah Kim Swee bersama timnas Malaysia kala aktif sebagai pemain tidak terlalu bagus. Ditempatkan sebagai gelandang, Kim Swee hanya tampil di lima pertandingan Harimau Malaysia pada 1994-1995.

Namun nama Kim Swee dihormati di Malaysia, karena ia sukses membawa tim junior Harimau Muda menjadi kampiun Malaysia Premier League (MPL) pada 2009. Bahkan, ia memberikan medali emas bagi Malaysia di cabang sepakbola SEA Games 2011, dan menjadi kampiun turnamen Piala Merdeka 2013.

Kim Swee ditunjuk sebagai pelatih tim senior pada 2015 menggantikan Dollah Salleh yang dianggap gagal. Walau mendapatkan hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia 2018, federasi sepakbola Malaysia (FAM) tetap menaruh kepercayaan kepada Kim Swee dengan memberikan kontrak berdurasi dua tahun pada 18 januari 2016.

Lee Tae Hoon

Walau sudah enam tahun malang melintang di persepakbolaan Kamboja, pelatih asal Korea Selatan ini belum pernah sekalipun merasakan persaingan fase grup Piala AFF. Kiprah Tae Hoon bersama timnas Kamboja dimulai pada Agustus 2010 menggantikan Scott O'Donnell.

Kerja sama Tae Hoon dengan federasi sepakbola Kamboja (FFC) hanya berlangsung dua tahun. Namun pada 2013, FFC kembali menunjuk pria berusia 55 tahun ini untuk kembali menangani tim nasional.

Sejak menangani tim senior Kamboja, Tae Hoon gagal mengantarkan Angkor Warriors lolos dari kualifikasi Piala AFF pada 2010, 2012, dan 2014. Kamboja akhirnya tampil di Piala AFF tahun ini setelah memanfaatkan status sebagai tuan rumah dengan menguburu harapan Timor Leste, Brunei Darussalam, dan Laos.