Dibantai Belanda, Fernando Santos Ambil Tanggung Jawab Penuh

Pelatih Portugal itu mengaku bertanggung jawab setelah timnya kalah telak 3-0 dari Belanda di laga uji coba internasional.


OLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter


Kekalahan mengejutkan diterima Portugal ketika menghadapi Belanda di laga uji coba internasional yang digelar di Stade de Geneve, Selasa (27/3) dini hari WIB tadi. Tak tanggung-tanggung, kontestan Piala Dunia 2018 sekaligus juara Euro 2016 itu kalah telak 3-0 dari Oranje yang tidak ambil bagian di Rusia mendatang.

Belanda sudah menunjukkan keperkasaan mereka sejak awal-awal laga. Gol yang ditunggu pun hadir ketika pertandingan menginjak menit ke-11 lewat Memphis Depay. Dalam keadaan unggul, kepercayaan anak asuh Ronald Koeman membumbung tinggi. Di menit ke-32, Belanda memperlebar keunggulan berkat sentuhan matang Ryan Babel, memaksimalkan kerja sama dengan Matthijs de Ligt.  

Portugal kian merana ketika memasuki waktu tambahan di babak pertama. Tepat di menit ke-47, gawang pasukan Santos kembali goyah untuk kali ketiga melalui sang kapten van Dijk. De Ligt kembali menjadi penyervis untuk memudahkan bek Liverpool itu mencetak gol ketiga.

Di babak kedua, Portugal tidak mampu memberikan perlawanan bahkan mereka dipaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Joao Cancelo diusir wasit di satu jam permainan. Cristiano Ronaldo yang dimainkan sejak awal juga tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa diganti di menit ke-68.

Mengenai kekalahan timnya, Santos mengatakan: “Saya harusnya bisa lebih baik, namun tanggung jawab atas kekalahan ini ada pada saya. Ini adalah saya yang memilih susunan pemain, kami telah mengobservasi lawan, membuat strategi demi memiliki penguasaan bola dan saya pikir sepuluh menit pertama kami memiliki bola dan menggulirkannya dengan baik.

“Kami kebobolan sebuah gol dan dari sana sesuatunya menjadi lebih sulit. Mereka mengeksploitasi kami dengan baik dan memiliki banyak peluang di babak pertama.

“Sikap kami secara keseluruhan tidak bagus dan kami tidak sanggup melancarkan serangan balik. Kami berbicara kepada para pemain di babak pertama dan di babak kedua, kami adalah tim yang tampil berbeda di semua aspek.

“Kami tidak memberikan celah kepada lawan, kecuali jelang akhir pertandingan. Dengan sepuluh pemain di atas lapangan, kami mendapati kesulitan yang lebih, namun kami mencoba untuk mencapai gawang dan kami punya tiga atau empat peluang. Kami harusnya memiliki satu atau dua gol,” tegasnya.”

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persib Bandung Siap Lepas Febri Hariyadi Ke Klub Eropa
2. Pelatih Jepang: Timnas Indonesia Bisa Jadi Ancaman Di Masa Depan
3. Komding PSSI Sudah Ubah Status Hukuman Vladimir Vujovic
4. Cristiano Ronaldo Tembus Tiga Besar Topskor Internasional Sepanjang Masa
5. Siapa Partner Striker Terbaik Lionel Messi Di Piala Dunia 2018?