Dicoret, Kevin-Prince Boateng Bela Diri

Kevin-Prince Boateng menjelaskan apa yang melatar belakangi pencoretan dirinya dari skuat Piala Dunia Ghana.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Prahara internal kembali melanda kubu Ghana di tengah kampanye Piala Dunia 2014 di Brasil.

Beberapa hari lalu tersiar kabar skuat Bintang Hitam mengancam akan memboikot pertandingan melawan Portugal karena masalah pelunasan bonus yang berlarut-larut. Padahal, laga tersebut merupakan laga pamungkas Grup G yang menentukan langkah kedua tim ke babak selanjutnya. Masalah itu tuntas setelah Pemerintah Ghana mengirim pesawat khusus mengantarkan uang tunai kepada para pemain.

Kamis (26/6), atau beberapa jam sebelum kick-off pertandingan melawan Portugal, Ghana mengumumkan pencoretan dua gelandang mereka, Sulley Muntari dan Kevin-Prince Boateng, akibat masalah disiplin. Muntari berselisih fisik dengan anggota tim, sedangkan Boateng perang mulut dengan pelatih Kwesi Appiah.

Keduanya pun dicoret dari dalam skuat Piala Dunia, tetapi kemudian Boateng muncul menjelaskan duduk persoalan kepada media.

"Usai latihan kemarin saya dan Sulley bercanda setelah sebuah perebutan bola. Saya bilang dia memainkan bola dengan tangannya. Dia menyangkal. Saya tertawa dan bilang, 'Hey, kamu wasit atau siapa?'. Kami berdua tertawa. Lalu pelatih menghentikan seluruh sesi latihan dan bertanya kenapa kami tertawa. Kami bilang semuanya baik-baik saja, lalu dia mengirim kami masuk ruang ganti," ungkap pemain Schalke 04 itu kepada SportBild.

"Setelah latihan, saya menghampiri pelatih dan bertanya apa dia punya waktu berbicara. Saya tanya apakah dia punya masalah dengan saya. Dia mulai membentak saya. Dia menghina saya. Ada kalimat bernada seperti: 'F**k off'."

"Saya diberitahu adanya sanksi tadi pagi. Saya menerimanya. Tapi orang-orang tidak boleh percaya kalau saya menghina pelatih atau melakukan sesuatu yang salah. Saya akan pergi sekarang dan saya berharap yang terbaik untuk rekan-rekan saya di Piala Dunia dan pertandingan melawan Portugal."

Sanksi yang dijatuhkan kepada Boateng terhitung lebih berat karena tidak berketetapan waktu. Malah mungkin karier internasionalnya terancam selesai hingga di sini saja.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics