Didik Ludiyanto Berharap Lulus Lisensi C AFC

Asisten pelatih Persela itu menginginkan kursus kepelatihan untuk para pelatih Indonesia bisa terus digelar berkesinambungan.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Asisten pelatih Persela Lamongan, Didik Ludiyanto, sudah kembali dari kursus kepelatihan Lisensi C AFC yang diselenggarakan di komplek POR Pelita Jaya, Sawangan, Depok. Kursus ini digelar pada 14-28 Juni 2014.

"Banyak ilmu yang kami dapatkan selama kepelatihan kemarin. Instrukturnya juga berkualitas dan mumpuni," ucap Didik, kepada Goal Indonesia.

Dalam pelatihan yang digelar PSSI dan PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi tersebut, sebanyak 23 pelatih sepakbola yang berlaga di pentas Indonesia Super League (ISL) maupun Divisi Utama (DU) ikut terlibat.

Selain Didik, para pelatih dari klub asal Jawa Timur ada Toni Ho, Yusuf Ekodono, dan Francis Wewengkang, yang mewakili Persebaya Surabaya. Joko 'Gethuk' Susilo, Alan Haviludin, dan I Made Pasek Wijaya, dari Arema Cronus, serta Khusaeri dari Gresik United.

"Kursus ini sangat bagus, karena kami belajar maju ke depan. Apalagi, standarisasi dari PT Liga (Indonesia) memang mengharuskan pelatih kepala ISL harus berlisensi AFC pada musim depan," sambungnya.

Kursus kepelatihan ini, digelar PSSI sebagai rangkaian program pengembangan sepakbola. Selain itu, beberapa pelatih dari luar area Jawa Timur juga turut mengikuti seperti, Djadjang Nurdjaman dari Persib Bandung dan Salahudin asal Barito Putera.

Pihak penyelenggara, memang belum membuat laporan dan menentukan, siapa peserta yang berhasil lulus dan mengulang. Tak hanya itu, pelatih yang memang layak akan direkomendasikan untuk mengikuti kepelatihan lisensi B AFC.

“Semoga nanti hasilnya bagus. Saya sendiri berharap, bisa melanjutkan kepelatihan (lisensi) B AFC," terang Didik.

Para pelatih yang ikut berpartisipasi dalam agenda tersebut, memang harus bersabar untuk mengetahui rapor kelulusan mereka. Menyusul, PSSI masih harus menyampaikan dulu hasil kursus ini kepada AFC. Nantinya, akan dibagi dalam tiga kategori kelulusan, yakni lulus, lulus dengan syarat, dan butuh waktu lagi.

"Ke depan, saya dan pelatih yang ikut pelatihan kemarin berharap, model kursus kepelatihan seperti kemarin lebih sering dilaksanakan. Itu supaya kemampuan serta kualitas pelatih di Indonesia bisa terus meningkat," pungkasnya. (gk-43)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.