Dikalahkan Semen Padang, Persita Tangerang Lempar Handuk

Fabio sudah melupakan ambisi masuk empat besar klasemen wilayah barat usai dikalahkan Semen Padang.

LIPUTAN FADLY MOLANA DARI KARAWANG
Persita Tangerang sudah melupakan ambisi mereka untuk masuk empat besar Indonesia Super League (ISL) 2014 wilayah barat setelah menelan kekalahan dari Semen Padang kemarin.

Walau kecil, kans Persita untuk menembus empat besar sebetulnya terbuka jika mampu mengalahkan Kabau Sirah. Hanya saja, kekalahan tersebut membuat mereka kini terpaut 11 angka dari Persija Jakarta yang berada di posisi keempat.

Pelatih Persita Fabio Olivera mengungkapkan, dirinya kini sudah tidak memikirkan merebut tiket empat besar, melainkan fokus menghindari kejaran tim-tim yang berada di bawah Pendekar Cisadane di klasemen.

“Saya tidak memikirkan tim-tim yang berada di atas, tapi lebih fokus kepada tim-tim yang saat ini sedang berjuang agar tidak degradasi. Kami bersaing dengan Persik Kediri dan Gresik United agar tetap bertahan di ISL. Sementara Persijap Jepara kemungkinan tim pertama yang akan terdegradasi. Sulit bagi mereka untuk mengejar raihan poin tim-tim yang ada di atasnya,” tutur Fabio.

Sebelum libur panjang karena jeda kompetisi, Persita masih harus menghadapi Persija yang akan dilangsungkan di Bantul, Yogyakarta.

“Setelah libur panjang, kami akan tur maut ke Jawa Timur melawan Gresik United, Arema Cronus, dan Persik Kediri. Kami targetkan meraih enam poin dari tur tersebut. Tiga poin tambahan semoga bisa kami dapat saat melawan Pelita Bandung Raya di kandang,” ujar Fabio.

Jika skenario ini berjalan, Persita dipastikan bertahan di ISL. Namun rencana itu bukan tanpa hambatan. Pasalnya Persita saat ini hanya memiliki 18 pemain untuk latihan, lima diantaranya dihantam cedera.

“Ini kondisi sulit, tapi kami tidak akan menyerah. Kami akan berjuang hingga akhir musim,” kata Fabio.

Sementara Asisten manajer Persita Pariminarso justru mengaku optimis timnya mampu menembus babak delapan besar, dengan syarat harus menang melawan Gresik United, Persik, dan PBR, serta mampu meraih satu poin melawan tim-tim besar, seperti Persija, Arema, dan Persib.

“Walaupun terjal, saya tetap optimis, mengingat tim-tim papan tengah lainnya juga sedang mengalami tren buruk,” kata Pariminarso. (gk-64)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.