Dipermalukan Australia, Timnas Futsal Indonesia Gagal Lolos Delapan Besar

Pada laga ini, dua pemain Indonesia mendapatkan kartu merah.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Timnas futsal Indonesia harus menerima kenyataan pahit gagal lolos ke babak delapan besar. Itu setelah, mereka kembali dipermalukan Australia, 5-0, pada laga kedua grup B Piala Asia Futsal 2014 di Stadion Ton Duc Thang University, Ho Chi Minh City, Vietnam, Jumat (5/2).

Dengan hasil ini, Indonesia menjadi juru kunci grup B dengan poin nol dari dua laga yang telah dijalani. Sebelumnya, Indonesia juga dibantai Iran, 5-1, 30 April lalu. Sebaliknya, Australia memuncaki klasemen sementara grup B dengan enam poin dari dua laga yang telah dilalui. Indonesia sendiri masih menyisakan satu laga melawan Tiongkok, 4 Mei nanti.
Jalannya pertandingan sendiri memang dikuasai oleh Australia. Seperti di laga perdana saat ditaklukkan Iran, Indonesia kembali mengandalkan kecepatan yang mereka miliki.
Namun usaha mereka tersebut masih belum mampu membobol gawang Australia yang dikawal Angelo Konstantinou. Bambang Bayu Saptaji dan kawan-kawan terlihat kesulitan untuk mengawal pergerakan Gregory Giovenali dan kawan-kawan.
Australia membuka keunggulan melalui Wade pada menit ke-14. Satu menit sebelumnya, salah satu pemain Indonesia, Fachri, sudah diberikan kartu merah oleh wasit. Enam menit berselang, skuat yang dilatih Steven John Knight itu menggandakan keunggulan lewat gol yang dicetak Fernando Lima De Moraes. Babak pertama ditutup dengan skor 2-0.
Memasuki babak kedua, wasit kembali memberikan kartu merah kepada kiper Indonesia, Yos Adi Wicaksono pada menit ke-30. Tak pelak, kembali unggul jumlah pemain membuat Australia semakin leluasa memborbardir pertahanan tim Garuda.
Tiga gol langsung bersarang ke gawang Indonesia dalam tempo tiga menit melalui Gregory Giovenali (38), Tobias Seeto (39), dan Daniel (40). Skor 5-0 bertahan hingga laga usai.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.