Dirjen Pajak: Seharusnya Klub ISL Sudah Mengerti

Dirjen pajak siap membantu klub ISL untuk melakukan pembayaran dengan memberikan beberapa solusi.

OLEH DONNY AFRONI
Direktorat jenderal (Dirjen) pajak kementerian keuangan menyatakan, klub Indonesia Super League (ISL) 2015 seharusnya sudah mengerti kewajiban mereka terhadap negara.

Perpajakan merupakan satu di antara sejumlah persyaratan yang diminta badan olahraga profesional Indonesia (BOPI) kepada kontestan ISL 2015. Hal itu menjadi salah satu yang membuat kick-off kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini tertunda.

“Sebagai badan hukum berbentuk perseroan terbatas, klub seharusnya mengerti kewajiban mereka. Walau masih merugi, klub punya kewajiban memungut pajak dari penghasilan pemain, pelatih, atau ofisial lainnya,” ujar direktur transformasi proses bisnis Dirjen pajak Wahyu Tumakaka dikutip laman Bisnis.

Wahyu menambahkan, pihaknya siap membantu dan mencari solusi bagi sejumlah klub ISL 2015 yang diduga belum menyelesaikan kewajiban pajak sebelum kompetisi tersebut digulirkan pada 4 Maret 2015.

“Ada sejumlah solusi yang bisa ditempuh. Bisa dengan pengurangan pajak, atau membayar tunggakannya secara mencicil. Yang penting ada kesadaran dari klub-klub, mereka selama ini telah lalai sebagai wajib pajak, dan bersedia memperbaiki kesalahan itu,” imbuh Wahyu.

addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.