Dituduh Pakai Doping, Roberto Carlos Mengelak

Tuduhan tersebut ditujukan kepada mantan bek Brasil Carlos oleh sebuah film dokumenter dari Jerman.

Roberto Carlos membantah dengan tegas soal tuduhan doping yang ditujukan padanya oleh film dokumenter garapan televisi Jerman ARD.

Dalam sebuah investigasi, ARD berbicara dengan Dr. Julio Cesar Alves, yang disebut membentuk Carlos, bersama pemain lainnya, sejak ia berusia 15 tahun.

Sang dokter ditengarai melakukan praktik ilegal terhadap atlet dan tidak tahu bahwa ia tengah direkam saat berbicara mengenai Carlos, dengan ia menyebut paha sang pemain yang besar adalah hasil ciptaannya.

Investigasi tersebut juga menyebutkan bahwa ada pasien lain yang melihat mantan bintang Real Madrid dan Brasil tersebut ‘digarap’ oleh Alves, namun Carlos membantahnya.

Pemenang Piala Dunia 2002 itu menyatakan: “Saya menolak tuduhan tak bertanggung jawab yang dibuat oleh ARD, dan saya tekankan bahwa saya tidak pernah memakai hal seperti itu demi bisa terlihat unggul,” demikian pembelaan Carlos lewat unggahannya di Facebook.

“Laporan tersebut mengutip nama seorang dokter yang saya tidak kenal, dan pengacara saya menantang untuk membuktikan tuduhan tersebut, baik itu di hadapan hakim dan publik.

“Di waktu bersamaan, cerita tersebut menyatakan dengan sangat samar bahwa saya terlihat di kantor dokter pada Juli 2002, ketika saya kembali ke negara saya setelah Piala Dunia bersama Brasil. Saya pergi ke Brasilia untuk berpartisipasi dalam sebuah seremoni dan, setelah itu, saya kembali ke Madrid tanpa melalui Piracicaba. Selain itu, laporan tersebut tidak memberikan bukti akan keterlibatan saya dalam kasus ini.

“Selama saya berkarier, saya selalu diajari bahwa fair play itu di atas segalanya. Tuduhan palsu terhadap saya ini benar-benar bertentangan dengan pemikiran tersebut. Dalam 20 tahun karier saya, saya tidak pernah terbukti positif terhadap zat apa pun yang bisa mengubah performa saya.

“Saya bekerja secara profesional untuk sembilan tim di Brasil, Italia, Spanyol, Turki, Rusia dan India, dan juga untuk timnas Brasil. Saya bermain di banyak kompetisi terbaik di dunia, termasuk Piala Dunia, di mana setiap penggunaan zat terlarang pasti akan terdeteksi.”