Djadjang Nurdjaman: Keputusan Saya Enggak Main-Main

Sementara Viking meminta agar Djanur dan Umuh membatalkan niat mereka mundur dari Persib.

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menegaskan, keputusannya mundur sebagai pelatih Pangeran Biru bukan sekadar ucapan, meski manajemen memintanya untuk tetap menangani tim.

Djadjang sudah menyampaikan pengunduran dirinya itu pascaduel kontra Bhayangkara FC. Menurut Djadjang, keputusan itu bukan disebabkan ia merasa tertekan. Namun caci maki bobotoh kepada dirinya yang justru membuat keluarganya tertekan.

“Ya, saya sudah mundur. Enggak ada kamus main-main,” tegas Djanur, sapaan Djadjang dinukil laman Galamedianews.

“Tekanan sebenarnya lebih dirasakan oleh keluarga saya. Mereka yang melihat bagaimana saya dicaci maki setiap hari, bahkan dengan kata-kata kasar yang tidak etis. Saya sendiri menghadapinya dengan tenang dan sabar,” tambah Djanur dikutip laman Pikiran Rakyat.

Kemungkinan mundur juga disampaikan manajer Umuh Muchtar setelah mendapat desakan dari bobotoh. Umuh pun meminta pemain agar tetap menjaga kekompakan. Umuh juga mengaku kecewa dengan sikap penonton terhadap pemain, bahkan dilakukan saat pertandingan melawan Bhayangkara FC masih berlangsung.

“Kalau harus mundur ya mundur, tidak harus dipaksakan. Saham pun pasti akan saya ambil. Sebetulnya saya masih memikirkan, kalau mundur sekarang seperti yang tidak bertanggung jawab. Siapa nanti yang akan bertanggung jawab andaikan kondisinya sama seperti ini?” tanya Umuh.

“Kalau saya memutuskan dengan marah, hari ini pasti saya mundur. Tapi, tidak menutup kemungkinan saya mundur. Kalau terjadi, mudah-mudahan ada yang lebih baik untuk Persib. Saat ini saya tetap mengumpulkan anak-anak agar tetap kondusif.”

“Saya sedih kemarin bobotoh sudah melebihi batas, sampai Atep diperlakukan seperti itu, dicaci dengan kata-kata sangat kotor. Saya dengar sangat jelas. Karena ada pro-kontra, saya harus hati-hati mana bobotoh yang setia dan mana yang ingin Persib hancur,” beber Umuh. 

Sedangkan Viking Persib Club (VPC) meminta agar Djanur dan Umuh tidak mundur, karena kelompok suporter akan memberikan dukungan kepada dua sosok itu. VPC juga mendesak agar Djanur harus diberikan kebebasan untuk meramu tim.

Menurut ketua harian VPC Rudi Boseng, mereka tidak akan menghalangi Djanur dan Umuh mundur dari Persib jika hingga akhir putaran pertama tidak mengalami peningkatan.

Topics