Djadjang Nurdjaman Minta Kepastian Dari Persib Bandung

Sementara itu, Djanur menyoroti tumpulnya lini depan Persib saat mengalahkan Persiba.

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman meminta kepastian terkait statusnya kepada manajemen tim Maung Bandung. Seperti diketahui, pelatih yang akrab disapa Djanur itu memang sudah mengatakan mundur dari Persib setelah laga melawan Bhayangkara FC, pada pekan lalu.

Namun hal itu masih menunggu persetujuan resmi dari manajemen Persib. Djanur sendiri yang sempat absen memimpin latihan, akhirnya mendampingi kembali Persib saat menaklukkan Persiba Balikpapan, skor 1-0, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (11/6) malam.

"Hasil ini buat saya tentunya sampai saat ini posisi saya masih menunggu dari manajemen. Boleh kalian tanyakan kepada manajemen ke depannya seperti apa. Tolong tanyakan supaya ada kepastian, bisa tanya ke Pak Zainuri [Hasyim, Komisaris PT PBB] jangan sampai menggantung sehingga ada jawaban pasti," ujar Djanur, dalam jumpa pers setelah pertandingan. 

Sementara itu, Djanur bersyukur akhirnya Persib kembali meraih kemenangan. Meski hanya mampu menang tipis di laga ini.

"Enggak apa-apa, karena yang penting tiga poin. Karena mau bagaimanapun, kekalahan dua kali sebelumnya membuat mental jatuh. Dengan kemenangan tipis ini, saya pikir mudah-mudahan akan mengobati mental itu," jelasnya. 

Mengenai jalannya pertandingan, Djanur juga menyoroti kinerja lini depannya yang masih tumpul. Pada laga ini, posisi striker Persib diisi oleh pemain muda, Angga Febryanto dan Shohei Matsunaga. Sementara striker Sergio Van Dijk tak masuk dalam daftar susunan pemain Persib. 

"Untuk jalannya pertandingan, sebetulnya kami bisa menguasai pertandingan. Namun karena tumpulnya lini depan, itu harus diakui, aliran bola ke depan menjadi tidak berarti. Ini barangkali kelemahan yang paling mencolok karena kami dengan gampangnya kehilangan bola dan tidak adanya target man sehingga peluang demi peluang terbuang," jelas pelatih yang membawa Persib juara Indonesia Super League 2014 itu. 

"Terima kasih kepada pemain, saya tahu mereka ingin sekali memenangkan pertandingan. Mereka punya motivasi tinggi, namun kelemahan kami membuyarkan serangan, termasuk penalti pun sampai tidak masuk. Kemungkinan karena masih dalam masa sulit," pungkasnya.