Dokter Tim Sriwijaya FC Bikin Erol Iba Kecewa

Perbedaan analisa antara dokter tim Sriwijaya dan mantan tim medis timnas U-23 membuat Erol kecewa.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG Bek Sriwijaya FC Erol Iba mengaku kecewa dengan kinerja dokter tim, Victor, yang tidak maksimal dalam mengatasi cedera pemain, setelah ia dinyatakan harus naik meja operasi.

Menurut Erol, ia mengetahui cedera lutut kaki kiri yang dialaminya perlu penanganan serius berdasarkan pemeriksaan di klinik di Jakarta oleh Kukuh, mantan dokter tim nasional Indonesia U-23 di SEA Games 2013.

Erol menjelaskan, sejak mengalami cedera awal Mei lalu, Victor cuma sekali melakukan komunikasi langsung, dan melihat kondisi cederanya. Selebihnya hanya dilakukan lewat telepon, dan ditangani fisioterapis tim Arie Hidayat

Menurut Erol, terapi yang dijalani bersama Firdaus Ramadhan di klinik Aji Waras, Jakarta, atas inisiatif sendiri, dan bukan rekomendasi dari tim dokter Sriwijaya FC, walaupun segala biaya ditanggung manajemen.

“Saya kecewa dengan dokter tim [Srwijaya FC], karena kesimpulan dari dr Kukuh tidak sama dengan dr Victor mengenai cedera saya ini. Padahal dia sudah melihat sendiri hasil MRI. Saya tidak mengerti, kok bisa berbeda," sesal Erol dihubungi Goal Indonesia.

Erol menambahkan, seharusnya dokter tim Sriwijaya FC lebih aktif dalam memantau seluruh kondisi terakhir pemain, bukan hanya pemain yang terkena cedera saja, karena itu sudah merupakan kewajiban seorang dokter tim.

“Dimana-mana dokter tim itu harus aktif memantau seluruh kondisi pemain, apalagi ada yang cedera,” cetusnya.

Erol menambahkan, menurut pemeriksaan yang dilakukan dr Kukuh, ada urat kaki kirinya yang sobek, sehingga harus segera dirujuk ke dokter ahli bedah di RS Siaga, Jakarta. Sementara hasil analisa dr Victor tidak seperti itu.

“Dr Kukuh bilang, sebenarnya jika analisa awalnya benar, dan segera ditangani dengan cepat, tidak perlu waktu lama untuk menyembuhkan cedera saya ini. Tapi saat itu dr Victor bilang tidak ada cedera yang serius setelah melihat hasil MRI,” tuturnya.

“Saat ini saya masih menjalani terapi. Tapi dari hasil pemeriksaan di RS Siaga, saya disarankan untuk melakukan operasi ringan austhroscopy.”

Dihubungi terpisah, Victor mengatakan, untuk tindakan medis biasanya meneruskan rujukan dan hasil pengamatan dokter ahli, dan berdasarkan pemeriksaan dari Rumah Sakit Siloam, Palembang, saat pemeriksaan MRI.

“emang ada sedikit radang akibat benturan, atau pun salah tumpuan yang terjadi, itu wajar pada pemain bola. Hanya saja tidak ada yang serius,” kata Victor.

"Dari awal terapi sampai sekarang sudah banyak kemajuan, hanya memang ada sedikit kekakuan saat gerakan otot mengulur maksimal. Untuk kemajuan gerakan cukup baik, tetapi belum bisa tampil latihan secara maksimal.”

Menanggapi perbedaan analisa hasil MRI dari RS Siloam, Victor enggan berkomentar. (gk-55)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.