Dua Bek Arema Cronus Waspadai Kecepatan Persija Jakarta

Victor Igbonefo dan Thierry Gathuessi memandang Persija punya kelebihan dalam hal kecepatan.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI JAKARTA Ikuti di twitter
Pada awal musim ini, Arema Cronus adalah tim yang paling sedikit kebobolan. Namun hal itu tak membuat dua bek andalan tim berjulukan Singo Edan, yakni Victor Igbonefo dan Thierry Gathuessi merasa jemawa. Terlebih, saat mereka menghadapi tuan rumah Persija Jakarta, dalam lanjutan wilayah barat Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (4/5).

Gathuessi, misalnya. Pemain berpaspor Prancis itu menganggap laga melawan Persija sama pentingnya dengan pertandingan lainnya di ISL. Karena itu, mantan penggawa Sriwijaya FC ini merasa wajib untuk mewaspadai setiap pergerakan yang bakal dikembangkan skuat Macan Kemayoran.

Dan, satu hal yang paling diwaspadainya adalah kecepatan dari para pemain Persija. "Persija punya kekuatan serangan balik yang cepat. Karena itu kita harus waspada," urai pemain berusia 32 tahun itu.

"Semua yang ada di sini harus kerja keras. Maksudnya, kami memang sudah kerja bagus di pertandingan sebelumnya, tetapi untuk mendapatkan poin, kerja itu akan ditingkatkan," tambah Gathuessi.

Hal senada juga dituturkan oleh Igbonefo. Menurutnya, pemain depan Persija memiliki kecepatan yang mumpuni seperti Rahmat Affandi dan Zelimir Terkes. "Persija terbiasa menunggu dan menuntaskan serangan dengan cepat, kami harus tahu hal ini," papar pemain naturalisasi Indonesia itu.

Di sisi lain, Gathuessi menambahkan, kemenangan atas Semen Padang di laga sebelumnya juga menjadi motivasi tersendiri bagi skuat yang dilatih Suharno itu. "Tapi, Persija juga menang melawan Gresik United di pertandingan sebelumnya. Sehingga, situasinya saat ini sama," tuturnya.

Arema sendiri memang sangat membutuhkan kemenangan untuk memuluskan jalan mereka menjadi juara paruh musim di wilayah barat. Sementara ini, Arema masih bercokol di puncak klasemen dengan 21 poin dari delapan pertandingan yang telah dilalui. "Tapi, saya pikir itu bukan tujuan utama, karena kami harus konsentrasi di setiap pertandingan ke pertandingan lain," ujar Gathuessi.

Dia pun menganggap juara paruh musim bukanlah sebuah jaminan untuk menjadi juara pada akhir musim nanti. Mengingat, perjalanan kompetisi masih panjang dan semua hal bisa saja terjadi. "Yang jelas kami harus tetap konsentrasi penuh di setiap laga," tegasnya. (gk-48)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.