Dua Laga Penting Untuk Masa Depan Stefano Cugurra Di Persija Jakarta

Persija Jakarta begitu buruk pada awal kampanye musim ini sehingga posisi Stefano Cugurra pun goyang.

Persija Jakarta baru meraih satu kemenangan pada enam partai awal Liga 1 2017 di bawah kepemimpinan pelatih Stefano Cugurra. Kursi pelatih yang akrab disapa Teco itu pun mulai panas seiring kegagalan menang atas Mitra Kukar pada pekan keenam lalu.

Macan Kemayoran sejatinya mengawali start musim ini dengan kemenangan atas Persiba Balikpapan 2-0. Namun setelahnya, mereka ditahan Barito Putera di markas sendiri kemudian menelan tiga kekalahan beruntun dari PSM Makassar, Madura United dan Persela Lamongan.

Mandulnya lini depan jadi dalih Teco mengapa timnya kerap gagal meraih hasil maksimal. Barisan depan yang sebenarnya tak buruk dengan dukungan Luiz Junior hingga Bruno Lopes yang berlabel marquee player belum memberikan hasil nyata bagi tim ibu kota.

"Pada setiap pertandingan sebenarnya kami memiliki peluang untuk mencetak gol dan ada bola yang mengenai tiang gawang," beber Teco. "Mental pemain di musim lalu yang sedikit mencetak gol memang kurang bagus dan saat ini sudah membaik tapi kami harus benar-benar bekerja lagi."

Terkait masa depan Teco, jajaran petinggi Persija pun sudah memberikan tenggat hingga pekan kedelapan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja tim dan pelatih. Dua partai melawan Bali United pada pekan ketujuh (21/5) dan Perseru Serui (28/5) bakal menentukan nasib Teco.

"Sebenarnya itu bukan ultimatum, tapi target profesional. Evaluasi tetap kami lakukan dan keputusan final setelah melawan Perseru. Kami akan menunggu setelah pertandingan itu," beber Gede Widiade selaku direktur Persija.