Duel Lini Per Lini Manchester City - Chelsea, Siapa Jadi Yang Terbaik?

Manchester City dan Chelsea merupakan salah satu tim dengan materi pemain terbaik, tapi siapa di antara keduanya tak bisa membawa tim menjadi yang terbaik pada akhir pekan ini?


GOALOLEHS   MOHAMMAD YANUAR     Ikuti di twitter


Manchester City akan melakoni duel penting melawan Chelsea dalam lanjutan Liga Primer Inggris 2015/16 matchday kedua di Etihad Stadium besok.

Tak sedikit yang memprediksi akan ada laga seru di antara kedua tim mengingat materi pemain dari Citizen dan The Blues masuk kategori terbaik. Belum lagi siapa yang menjadi manajer dari masing-masing tim.

Di setiap lini dari masing-masing tim, kualitas pemain yang dimiliki di atas rata-rata. Siapa yang tak mengenal Joe Hart, penjaga gawang nomor satu Inggris di kubu City. Siapa pula yang masih mempertanyakan kualitas John Terry di lini belakang Chelsea.

Akan menarik melihat persaingan kedua tim dan pemain untuk membawa skuatnya meraih tiga angka, yang bisa saja berarti sangat besar di akhir musim dalam persaingan ke tangga juara Liga Primer Inggris.

Jurnalis Goal Indonesia, Taufik Bagus dan Sandy Mariatna memberikan analisisnya untuk Anda mengenai lini per lini kekuatan Manchester City dan Chelsea.

JOE HART vs SAMIR BEGOVIC

Bisa dikatakan di laga pertama Manchester City musim ini, Joe Hart minim ancaman. Dari dua kali tendangan ke arah gawangnya, dua penyelamatan bisa dilakukannya. Gawangnya pun bisa mencatat clean sheets pertamanya.

Dengan pengalaman dan kemampuannya memimpin dan mengatur zona pertahanan di depannya, Joe Hart merupakan jaminan mutu dalam aturan menjaga gawang dan Manchester City bisa berharap banyak untuknya.
- Taufik Bagus, Jurnalis Online Goal Indonesia

Petr Cech pergi, Asmir Begovic datang. Setelah diprediksi hanya akan menjadi cadangan abadi Thibaut Courtois, kiper asal Bosnia-Herzegovina ini langsung menjalani peran krusial di awal kariernya di Stamford Bridge. Ini tak lepas dari kartu merah Courtois di laga pembuka kontra Swansea.

Beruntung, Begovic tampil apik sebagai pengganti Courtois di partai tersebut. Atas dasar itu, publik Chelsea tak perlu cemas untuk menyerahkan pos kiper kepada Begovic dalam meredam tembakan-tembakan di Etihad.
- Sandy Mariatna, Jurnalis Online Goal Indonesia

VINCENT KOMPANY vs JOHN TERRY

Setelah kembali fit dan pulih dari masalah cedera, Kompany terbuki menjadi batu karang tangguh di lini pertahanan Citizen. Ditunjang posturnya yang tinggi besar dan karakternya yang tangguh, Kompany bisa memimpin timnya dengan baik.

Statistiknya di laga pertama juga bagus. Dua sapuan, dua intersep dengan akurasi passing yang nyaris 90 persen, plus kapabilitasnya mengejutkan di depan gawang lawan dengan sundulan menjadikan Kompany tak hanya bisa diandalkan di lini belakang, tapi juga mampu mengambil tugas tambahan bila dibutuhkan di lin depan.
- Taufik Bagus, Jurnalis Online Goal Indonesia

Di usia 34 tahun, Terry ternyata belum habis. Di musim lalu, ia tampil starter di seluruh partai EPL untuk mengawal Chelsea menjadi juara. Jose Mourinho bahkan mengakui tak bisa membedakan Terry yang sekarang dengan Terry 10 tahun yang lalu.

Sayang, performanya di laga pembuka kemarin masih perlu evaluasi. Minim koordinasi, perangkap off-side gagal, dan membiarkan banyak tembakan on target. Ini tidak boleh terulang, sebab City bakal menghadirkan daya rusak yang lebih menghancurkan.
- Sandy Mariatna, Jurnalis Online Goal Indonesia

YAYA TOURE vs NEMANJA MATIC

Dua gol di laga pertama musim ini menunjukkan kualitas Yaya Toure. Performa semacam itu yang diharapkan bisa kembali ditunjukkan gelandang asal Pantai Gading tersebut kembali muncul di akhir minggu ini.

Tapi bukan hanya gol yang dibutuhkan dari Yaya Toure. Manchester City membutuhkan semua kemampuan dan kapabilitas Toure untuk memimpin skuatnya meraih tiga angka lain. Kualitasnya sebagai pemain sudah terbukti, kini tinggal melihat saja kapabilitas Yaya Toure menghadapi laga besar.
- Taufik Bagus, Jurnalis Online Goal Indonesia

Tugas Matic ternyata tidak melulu sebagai perusak serangan lawan. Teknik dan penguasaan bola mumpuni memberikan keleluasaan bagi Chelsea untuk menyerang via Matic.

Sayang, partner setianya, Cesc Fabregas, tidak mampu memberikan aspek defensif sekuat Matic. Oleh karena itu, Matic dituntut berada di performa terbaik untuk melumpuhkan pemain kreatif City seperti David Silva & Yaya Toure.
- Sandy Mariatna, Jurnalis Online Goal Indonesia

RAHEEM STERLING vs EDEN HAZARD

Sterling dimainkan sebagai pemain sayap di laga pertama, tapi ia juga tak canggung ketika mengambil inisiatif untuk lebih menyerang. Mengandalkan kecepatan dan penetrasi di lini pertahanan lawan, Sterling menjadi pemain yang pantas diwaspadai.

Namun, bila merujuk pada laga pertama melawan West Bromwich Albion, harus diakui potensi Sterling belum sepenuhnya keluar. Manuel Pellegrini juga mengungkapkan hal yang sama. Laga melawan Chelsea bisa menjadi momentum Sterling untuk menunjukkan kualitas yang sebenarnya sebagai pemain depan.
- Taufik Bagus, Jurnalis Online Goal Indonesia

Di saat, Diego Costa belum mencapai kondisi 100 persen, Harzard diharapkan bisa menjawab permasalahan lini serang Chelsea.

Diberkahi agresivitas tinggi, dribel lengket, insting tajam, tak salah bagi The Blues untuk menggantungkan gol ke gawang City kepada kaki-kaki lincah milik pemain terbaik EPL musim lalu ini.
- Sandy Mariatna, Jurnalis Online Goal Indonesia

Get Adobe Flash player