Duel PSS Sleman-Persebo Bondowoso Berjalan Monoton

Samsidar turut memberikan kecaman terhadap kepemimpinan wasit di Piala Kemerdekaan 2015.

Duel antara PSS Sleman dan Persebo Bondowoso di laga pamungkas kedua tim di Grup D Piala Kemerdekaan 2015, Rabu (26/8), di Stadion Wilis, Madiun, berlangsung monoton, dan berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

Pertandingan ini sudah tidak menentukan bagi PSS dan Persebo, karena mereka sudah tersingkir dari perebutaan tiket perempat-final. Hasil imbang ini menempati PSS di peringkat keempat dengan nilai lima. Sedangkan Persebo menjadi juru kunci.

Tidak banyak peluang berbahaya yang tercipta sepanjang babak pertama. Pemain PSS Dicky Prayoga sempat melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tapi masih melenceng. Sedangkan sepakan Aiman Zul Asmi mengarah ke kiper Franciscus Setyo.

Memasuki babak kedua, tragedi menimpa Super Elang Jawa. Francis Setyo bertabrakan dengan Nova Arianto di menit ke-55, sang penjaga gawang sampai harus dilarikan ke rumah sakit ditemani manajer tim Soekoco.

Menit ke-84, Agung Prayogi yang baru masuk menggantikan Rian Wahyu justru terkapar setelah bertabrakan dengan penjaga gawang Persebo. Sang penyerang mengalami dislokasi bahu, dan meninggalkan timnya di sisa laga tanpa adanya pergantian pemain lagi.

Kiper PSS Samsidar, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit yang hanya memberikan kartu kuning kepada kiper Persebo Nurdi Hamsah.

“Seharusnya tadi kartu merah. Lihat si Agung sekarang, sampai cedera seperti itu. Wasit benar-benar tidak tahu rule of the game. Tadi Agung sudah posisi satu lawan satu,” cetus Samsidar kepada Goal Indonesia.

Sementara itu, pelatih PSS Didik Lestiyantoro mengaku tidak bisa berbuat apapun dengan tumbangnya para pemainnya.

“Saya tidak bisa melakukan apapun di pertandingan ini. Banyak pemain kami yang cedera. Francis dan Agung menyusul lainnya. Pak Soekoco tadi langsung menemani Francis ke rumah sakit,” ujarnya. (gk-62)