Eduard Tjong Gusar Persela Lamongan Dua Kali Imbang

Edu mengaku heran dengan performa Persela yang mengalami penurunan di dua laga awal putaran kedua ISL.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Pelatih Persela Lamongan Eduard Tjong merasa gusar dengan hasil imbang yang diraih anak asuhnya dalam dua laga kandang berturut-turut di awal putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2014.

Saat ditahan imbang Persiba Balikpapan kemarin, Persela unggul lebih dulu melalui Arif Ariyanto pada menit ke-27, usai menerima umpan dari Addison Alves. Sementara Persiba Balikpapan membalas lewat sontekan backheel M Kamri, di masa injury time babak pertama.

Untuk itu, Edu menyatakan, akan melakukan evaluasi secara menyeluruh sebelum menghadapi laga selanjutnya melawan tuan rumah Persiram Raja Ampat, Selasa (27/5).

“Saya akan lakukan evaluasi, terkait hasil ini. Apakah saya tambah goblok, atau pemain yang sudah tidak mau dengarkan instruksi saya? Akan saya cari tahu ada apa ini,” cetus Edu, sapaan Eduard, dengan nada sewot.

“Banyak kesalahan yang tak perlu dilakukan anak-anak dalam pertandingan tadi. Kesalahan demi kesalahan terus dilakukan, seperti bukan pemain ISL saja. Terus terang saya kecewa,”

Di putaran pertama, Persela tampil digdaya di hadapan pendukungnya dengan catatan kemenangan sempurna. Namun usai ditahan Putra Samarinda 2-2, dan terakhir berbagi angka dengan Persiba 1-1, maka Stadion Surajaya kini tak angker lagi.

“Saya heran dengan penampilan anak-anak di putaran kedua, utamanya pada pertandingan tadi [lawan Persiba]. Putaran kedua kok performanya makin melorot, padahal tim lain berlomba untuk memperbaiki kekuatan. Ini yang tidak boleh,” kata Edu.

“Tapi kali ini beda. Saat lawan Pusam kemarin, kami memang kecewa hasil akhir, namun anak-anak masih ngotot mainnya. Tapi kali ini, jauh sekali dari instruksi, dan pola permainan yang saya instruksikan. Sepertinya, anak-anak ingin main sendiri-sendiri.”

Sementara itu, pelatih Persiba Jaya Haryono mengaku puas dengan capaian anak asuhnya. Meski ia menilai, seharusnya skuat arahannya bisa pulang mendapat raihan tiga poin, bila saja lebih tenang dalam penyelesaian akhir.

“Kami seharusnya bisa dapatkan tiga poin. Sebab, peluang kami lebih banyak dibanding tuan rumah, tapi semua terbuang begitu saja, karena pemain kurang tenang dalam melakukan finishing," tutur Jaya Hartono.

Saat disinggung mengenai keberhasilan menahan imbang Persela, Jaya mengatakan, sudah mempelajari gaya, dan pola permaianan Laskar Joko Tingkir, terutama, saat Persela menghadapi Pusam di laga sebelumnya.

“Saya bahkan utus satu asisten melihat langsung pertandingan Persela lawan Pusam kemarin. Dari situ kami kemudian menentukan strategi yang pas. Selain itu, para pemain kami bermain lebih sabar dan disiplin dalam pertandingan ini,” jelasnya.

Ia juga mengakui, bila strategi mengulur waktu, juga masuk dalam skema yang diinstruksikan kepada para pemain Persiba.

“Saya tahu, tuan rumah pasti menggebu untuk menyerang, dan itu coba kami siasati dengan memainkan tempo. Bersyukur, Persela akhirnya mengikuti ritme permainan yang kami inginkan,” pungkasnya. (gk-43)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.