Eduard Tjong Heran Persela Lamongan Tak Jago Tandang

Edu menilai para pemain selalu tampil dengan motivasi tinggi bila bermain di Surajaya.

LIPUTAN HAMZAH ARFAH DARI LAMONGAN
Pelatih Persela Lamongan Eduard Tjong mengaku tidak khawatir bila Laskar Joko Tingkir tampil di hadapan publiknya, termasuk saat menjamu Perseru Serui di Stadion Surajaya dalam laga pamungkas fase grup Indonesia Super League (ISL) 2014, Jumat (5/9).

Di kompetisi musim ini, Persela memang belum sekalipun tersentuh kekalahan jika bermain di hadapan para pendukungnya. Dari sembilan laga kandang, enam di antaranya mampu dimenangkan, sementara sisanya berakhir imbang. Sedangkan di laga tandang, Persela mengemas dua kemenangan, sekali imbang, dan tujuh kekalahan.

Kemenangan 2-0 atas Persipura Jayapura telah meningkatkan optimisme para penggawa Persela. Kini mereka lebih yakin mendapatkan satu tiket tersisa ke delapan besar ISL 2014 dari wilayah timur.

“Menang atas Persipura, membuat kami kini unggul tiga poin dari para pesaing. Asalkan bisa seri lawan Perseru, kami akan lolos ke babak delapan besar,” ujar Edu, sapaan Eduard kepada Goal Indonesia.

“Saya justru tidak pernah khawatir kalau main di kandang, karena fighting spirit pemain selalu tinggi. Itu sudah dibuktikan dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Terbaru, saat kami mampu mengalahkan Persipura 2-0 kemarin. Hanya saja saya masih heran, kenapa itu tidak terjadi di luar kandang?”

Rasa optimis Edu kembali berlipat kala melakoni laga kandang menjamu Perseru. Saat putaran pertama, Laskar Joko Tingkir berhasil menahan Perseru tanpa gol di Jayapura.

“Tapi saya juga sudah, dan terus mengingatkan kepada pemain agar tidak over confidence di laga pamungkas lawan Perseru. Semua harus tetap all out seperti saat lawan Persipura agar bisa mencapai hasil yang diharapkan, dan Persela bisa berlaga di babak delapan besar,” beber Edu.

Dalam laga kontra Persipura, Persela tidak menurunkan Srdjan Lopicic karena sedang sakit. Sementara Eki Taufik baru dimasukkan pada menit ke-70, menggantikan Taufiq Kasrun yang mengalami cedera.

Begitu juga dengan Zaenal Arifin. Meski mampu menyumbang satu gol kemenangan atas Persipura, ia tidak bermain penuh. Sebab, di menit ke-55 dia ditarik keluar, dan digantikan Feri Ariawan.

“Dalam kamus saya, tidak ada pembedaan, dan perlakuan istimewa terhadap satu, atau dua pemain. Semua pemain saya anggap sama. Hanya saja, saya tetap melihat kebutuhan di lapangan. Siapa yang siap, dan sesuai kriteria yang saya butuhkan, itu yang akan saya mainkan,” pungkasnya. (gk-43) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.