Eduard Tjong Pinta Pemain Timnas Indonesia U-19 Lebih 'Berisik'

Edu tak menginginkan anak asuhnya minim komunikasi saat menjalani sebuah pertandingan.

Pelatih timnas Indonesia U-19 Eduard Tjong meminta pemain agar lebih meningkatkan komunikasi saat menjalani pertandingan uji coba melawan Filipina di Stadion Maguwoharjo, Jumat (19/8).

Edu, sapaan Eduard, mengungkapkan, ia telah melakukan evaluasi selama timnas U-19 menjalani pelatnas. Selain mental, komunikasi antarpemain pun masih minim, sehingga skema permainan tak berjalan dengan baik.

“Ini uji coba internasional pertama kami, sangat bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain. Tapi saya minta pemain masih enggak banyak omong di lapangan. Ini sangat tidak bagus,” ungkap Edu.

Edu menambahkan, ia tidak melihat hasil akhir dari uji coba tersebut, namun lebih kepada kerja sama tim. Edu juga menilai Filipina sebagai lawan yang bagus, karena diperkuat lima pemain naturalisasi.

“Indonesia beda grup dengan Filipina, dan saya belum paham betul kekuatan Filipina saat ini. Kalau dilihat pemain naturalisasinya, ya tim ini bagus,” kata Edu.

Mantan arsitek PS TNI ini juga akan mencoret satu pemain setelah uji coba. Edu menegaskan, ia tidak akan menganakemaskan pemain tertentu dalam melakukan pemilihan.

“Semua pemain masih memiliki kans yang sama, belum ada pemain yang benar-benar aman. Untuk nama pemain yang tersingkir, akan diumumkan usai laga lawan Filipina. Ke-23 pemain yang terpilih, langsung saya konsentrasikan pada pemantapan akhir,” tutur Edu.

Sementara itu, pelatih Filipina Dan Padernal mengatakan, dengan masuknya pemain naturalisasi dari Inggris, Hong Kong, dan kapten tim Mark Winhoffer, perombakan tim hingga mencapai 80 persen pun tak terhindari.

“Target awal kami masuk semi-final, karena persiapan untuk Piala AFF U-19 cukup minim, yakni hanya tiga pekan saja. Kami harus bekerja keras di setiap pertandingan, dan berharap lima pemain naturalisasi membuat perbedaan dalam tim,” kata Padernal.

“Piala AFF [U-19] tahun lalu di Laos, kami hanya sampai babak penyisihan. Jika bisa ke final, ya kami ingin juara.” (gk-18)