Eduard Tjong Uji Skema Tanpa Pemain Asing

Gakou dan Dembele terancam tidak bisa memperkuat Beruang Madu di Piala Presiden akibat terganjal KITAS.

Pelatih Persiba Balikpapan Eduard Tjong mulai mencoba skema permainan tanpa legiun asing saat melakoni pertandingan uji coba melawan tim lokal AJ Putra di Stadion Parikesit, Rabu (26/8).

Persiba tidak bisa diperkuat Amadou Gakou dan Dembele Siaka di Piala Presiden 2015 akibat terganjal kartu izin tinggal terbatas (KITAS). 

“Dua-duanya tidak bisa. Masalah karena mereka tak punya KITAS. Sudah mau dekat-dekat begini, ada peraturan begitu. Jadi susah buat mereka main. Ini cuma turnamen. Harusnya kan minimal enam bulan, atau paling tidak satu tahun. Kalau mau bikin aturan begitu,” cetus Edu.

“Saya telepon [manajer tim] pak Faisal Husin, disuruh tunggu dua sampai tiga hari, siapa tahu ada kebijakkan. Kalau tidak bisa, ya apa boleh buat kalau memang peraturannya sudah begitu. Yang penting ada usaha.”

Kondisi ini membuat Edu, sapaan Eduard, segera mencari skema alternatif. Karena itu, Edu akan menyiapkan skema permainan tanpa menggunakan pemain asing saat beruji coba nanti sore.

“Besok [hari ini] Dembele dan Gakou tidak lagi dipasang, [komposisi] kita berubah. Di depan duet Made [Wirahadi] dan [Mithaful] Hamdi. Lalu Fajar [Legian] akan didorong jadi second striker, atau Johan [Juansyah] bisa kita taruh di situ juga,” bebernya.

“Yang pasti kita fokus mempersiapkan tim tanpa Gakou dan Dembele. Memang akan sangat berpengaruh sekali permainan Persiba tanpa Gakou dan Dembele, karena kalau ada dua pemain itu, tentu lawan juga akan sangat berhati-hati.”

Di samping skema tanpa pemain asing, Edu juga ingin melihat barisan pertahanan yang dinilai belum mendapatkan ujian sesungguhnya. Mantan pelatih Persela Lamongan itu berharap lawan bisa memberikan tekanan.

“Secara permaianan kita sudah ada peningkatan. Mudah-mudahan lawan juga melakukan tekanan. Jadi kita akan bisa lihat bagaimana organisasi pertahanan kita. Selama kita uji coba, belum teruji,” kata Edu.

“Latihan hari ini [kemarin], kita fokus juga menyerang. Makanya tadi banyak menyerang dari tengah, sayap kanan-kiri. Itu fokusnya. Kita main bola tidak harus selalu bertahan.” (gk-54)