Edy Rahmayadi Sebut Emosi Jadi Momok Kegagalan Timnas Indonesia U-19

Edy menyatakan masalah tersebut harus diperbaiki bila timnas Indonesia U-19 mau berjaya.


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN


Timnas Indonesia U-19 berhasil merebut peringkat ketiga di Piala AFF. Raihan tersebut meleset dari target yang dibebankan PSSI yakni merebut gelar juara seperti 2013 lalu. 

Menurut ketua umum PSSI Edy Rahmayadi pasukan Indra Sjafri telah melakukan perjuangan terbaik. Akan tetapi ada hal yang perlu dibenahi yakni mental para pemain timnas Indonesia U-19 yang mudah tersulut emosi.

SIMAK JUGA: Tak Egois, Jadi Kunci Kemenangan Besar Timnas Indonesia U-19 Atas Myanmar

Pernyataan yang dilontarkan karena Edy, melihat emosi Egy Maulana Vikri dan kolega mudah meluap-luap. Buktinya adalah Saddil Ramdani yang harus dikartu merah saat lawan Thailand di semi-final. 

Ketika itu, Saddil turun diakhir babak pertama menggantikan posisi Feby Eka Putra. Namun, belum sampai satu menit pilar Persela Lamongan itu bermain, diusir wasit akibat menyikut Wudtichai Kumkeam yang sebelumnya mendengkuli Saddil.

SIMAK JUGA: Bantai Myanmar, Timnas Indonesia Segel Tempat Ketiga

Aksi tersebut pun menuai pro dan kontra. Sebab, timnas Indonesia U-19 harus bermain dengan sepuluh orang dan akhirnya takluk dari Thailand lewat adu penalti setelah skor imbang tanpa gol.

"Kami bakal evaluasi hasil dari Myanmar. Walau punya kemampuan mumpuni, mental pemain masih kurang bagus. Mental mereka kurang tertata dengan baik, karena mudah emosi saat menjalani pertandingan," ucap Edy.

 

 

Topics