Edy Rahmayadi Siap Tanggung Jawab Masalah KITAS

Edy menuturkan kalau ada alasan khusus yang membuat pihaknya memberikan izin para pemain asing tersebut bermain.

Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi, mengaku salah atas keputusannya mengizinkan klub memainkan para pemain asing yang belum memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), di Liga 1. Namun, ia berjanji siap bertanggung jawab dengan hal tersebut. 

Sebelumnya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah menegaskan kalau klub dilarang memainkan pemain asing yang belum mengantongi KITAS. Akan tetapi pada kenyataannya klub tetap menurunkan pemain tersebut karena mendapat rekomendasi dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Akibatnya, BOPI melayangkan surat buat Imigrasi dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Langkah ini dilakukan karena salah satu syarat memperkerjakan tenaga asing adalah memiliki KITAS.

Menurut Edy, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Imigrasi dan Kemaker untuk mencari titik temu dari permasalahan ini. Dijadwalkan mereka bakal melangsungkan pertemuan pada Jumat (21/4).

"Saya terus terang, walaupun ini menyalahi aturan, kami sudah komunikasikan, sambil berjalan kami urus ini semua. Jadi saya minta maaf, bukan mengecilkan, bukan tutup telinga bagi orang-orang yang mau berbicara soal ini, tapi percayalah pemain-pemain asing yang bermain di kompetisi Liga 1 itu tidak sama dengan TKA [Tenaga Kerja Asing] yang mau bekerja di Indonesia secara sembunyi-sembunyi, tidak," kata Edy di kantor, PSSI, Rabu (19/4). 

"Para pemain itu terlihat di televisi, mereka diberitakan di laman media massa maka dari itu yakinlah para pemain itu tidak akan lari dan mau lari lewat mana juga, saya meminta percayalah. Kami sudah komunikasikan ini semua."

"Prosesnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar tapi ini bukan ranah kami hingga ke sana, kami akan tetap penuhi perihal verifikasi tersebut tapi kami meminta untuk mudahkan kami, kalau tidak, ya, ini tidal bisa selesai dalam waktu dua tiga minggu karena semua ada prosedurnya," tambahnya.

Topics