Edy Rahmayadi: Terlalu Banyak 'Permainan' Di Liga 2

Gelaran kompetisi Liga 2 musim ini mendapat sorotan dari ketum PSSI Edy Rahmayadi.

Liga 2 2017 sudah memasuki babak delapan besar, namun fase tersebut ditunda oleh PT Liga Indonesia Baru selaku operator dan federasi sepakbola Indonesia PSSI, dari yang seharusnya sudah digulirkan pada 20-27 Oktober.

Ketua umum PSSI Edy Rahmayadi secara khusus menyoroti banyaknya kekacauan di kompetisi kasta kedua Tanah Air ini. Ia pun menyampaikan itu kepada perwakilan tim babak delapan besar, di Makostrad, Jakarta Pusat, Selasa (31/10).

"Kalau ada hal yang diberhentikan atau segala macam, saya yang disalahkan. Jangan Exco (PSSI), jangan Liga. Jadi, saya yang harus disalahkan karena saya ketua," buka Edy kepada para perwakilan klub delapan besar Liga 2.

"Untuk putaran Liga 2 ini tidak terlalu tepat menurut saya, terlalu banyak bermain. Saya tegaskan, terlalu banyak 'bermain'. Padahal olahraga itu soal sportivitas, tapi karena terfokus untuk menang maka itu dikesampingkan," imbuh Edy.

Pria yang juga Panglima Komando Strategi Cadangan Angkatan Darat itu (Pangkostrad) kecewa dengan tensi tinggi yang kerap terjadi di pertandingan Liga 2, kekacauan yang disebabkan kepemimpinan wasit hingga suporter rusuh.

"Saya tekankan lagi, kita besarkan sepakbola ini sama-sama. Saya ini butuh atlet, bukan penjahat dan saya berharap pada kalian," tunjuk Edy kepada para perwakilan klub. "Hebat atau tidaknya tim ini adalah pemain diambil timnas, bukan cuma juara."