EKSKLUSIF - Arjen Robben: Semakin Tua, Saya Akan Semakin Cemerlang

Karier Robben tampak akan berakhir setelah ia gagal mengeksekusi penalti di final Liga Champions 2012 melawan Chelsea. Namun ia berhasil bangkit secara brilian.

EKSKLUSIF STEFAN COERTS PENYUSUN ADHE MAKAYASA
Winger Arjen Robben hari ini digadang-gadang sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, namun dua tahun lalu sosok asal Belanda itu berada di titik terendah dalam kariernya.

Pada awal April 2012, Bayern Munich berharap untuk meraih treble sebagaimana mereka yang menyongsong pertarungan final di Bundesliga, DFB-Pokal dan Liga Champions. Akan tetapi, mereka justru gagal meraih satu gelar pun dan kambing hitam kegagalan itu adalah Robben.

Seperti diketahui, Robben gagal mengeksekusi penalti saat mereka kalah dari Borussia Dortmund di babak penentu Bundesliga hingga akhirnya gelar juara yang sebelumnya ada di depan mata menjadi sirna. Kemudian ia kembali gagal menjaringkan bola dari titik 12 pas di babak perpanjangan waktu final Liga Champions melawan Chelsea di kandang sendiri.

Akibat itu, mantan pemain Real Madrid itu sempat mendapatkan cemoohan dari penonton ketika Bayern dan Belanda bertemu di Allianz Arena dalam sebuah laga uji coba yang dilangsungkan beberapa hari berselang.

Menanggapi itu, Robben berkaca: “Apa yang terjadi pada saya adalah bagian dari sepakbola. Hal terpentingnya adalah bahwa Anda terus percaya pada diri Anda sendiri dan berusaha untuk tetap positif. Saya tahu itu mudah untuk dikatakan, namun memang demikian adanya,” ujarnya kepada Stefan Coerts, jurnalis Goal Jerman, secara eksklusif.

“Anda harus selalu bertarung dan bekerja keras. Musim itu [2011/12] merupakan musim yang membuat frustrasi, namun hidup harus terus berlanjut dan kami semua pada akhirnya meraih sejumlah hal hebat setelah musim tersebut.

“Saya tidak berpikir keseluruhan pengalaman itu mengubah saya, paling tidak, tidak sebagai seorang manusia. Dunia sepakbola bisa sangat oportunistik. Sekali Anda dalam laju yang bagus dan memenangkan gelar, maka semuanya akan terasa hebat lagi secara tiba-tiba.”

Robben cukup beruntung untuk memiliki Bayern sebagai klubnya, mengingat raksasa Bavaria itu selalu berpihak padanya di kala sulit dan presiden klub Karl-Heinz Rummenigge menekankan bahwa antara Robben dan Die Roten memang memiliki hubungan yang bagus.

“Apa yang terjadi di pertandingan uji coba tersebut sangat mengganggu klub,” ujar Rummeigge kepada Coerts.

“Kami tidak pernah meninggalkannya dan selalu mendukung dia. Itu adalah bagian dari tugas Bayern. Kami semua saling mendukung. Kami selalu memiliki hubungan yang bagus dengan Arjen, namun insiden itu justru semakin memperkuat hubungan yang ada.”

Di Piala Dunia 2014 kemarin, Robben tampil sangat brilian dan terus memukau di musim pembuka 2014/15 dengan mencetak tiga gol dan dua assists dari lima penampilannya di Bundesliga.

“Cara Robben bermain di Brasil sungguh luar biasa dan dia melanjutkan itu di Bayern pada musim ini. Tidak ada pemain belakang yang bisa menghentikannya. Kapan pun dia menyentuh bola, lawan kami tahu bahwa mereka dalam bahaya,” tambah Rummenigge.

Meski banyak pihak yang menduga karier Robben akan surut mengingat usianya yang sudah tidak muda dan sejarah cedera yang ia miliki, fakta yang ada justru sebaliknya.

“Mungkin hal itu tidak berlaku untuk saya. Semakin tua saya, maka saya akan semakin cemerlang,” tawa Robben.

Sejauh ini, winger berpengalaman itu sudah memenangkan 17 gelar mayor dalam kariernya, termasuk gelar liga di Belanda, Inggris, Spanyol dan Jerman.

Selagai ia yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, maka patut diharap bahwa Robben akan meraih lebih banyak trofi dalam beberapa tahun ke depan.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics