EKSKLUSIF - Emile Heskey: Tanpa Sergio Aguero, Manchester City Bisa Andalkan Edin Dzeko & James Milner

Emile Heskey meyakini Manuel Pellegrini perlu memodifikasi permainan City untuk mengakomodasi kekuatan Edin Dzeko dan pemain-pemain sayapnya demi mendulang tripoin di Olimpico.

OLEH EMILE HESKEY PENYUSUN DEDE SUGITA

Sergio Aguero adalah pemain andalan Manchester City yang tidak hanya menjadi sumber gol, tapi juga menggerakkan mereka. Kebanyakan tim bagus memiliki pemain seperti itu, sosok yang memberikan inspirasi, dan sekarang City mesti mendapatkan hasil positif di Roma tanpa kehadirannya. Mereka tak cuma kehilangan pemain terbaik mereka, tapi juga pemain terbaik di Liga Primer.

Mereka masih dapat memetik kemenangan, dengan formasi tepat. Mereka tak bisa menggantikan Aguero sebagai individu, tapi mereka bisa melakukannya dalam hal performa. Mereka memiliki kedalaman skuat. Ingat, mereka mengalahkan Bayern Munich tanpa Yaya Toure.

Peran manajer akan penting. Ini mungkin menjadi laga yang sangat taktis, mungkin berakhir dengan 1-0. Kalau City hanya mendapatkan satu kans sepanjang pertandingan, mereka harus memanfaatkannya.

Edin Dzeko adalah pengganti paling potensial untuk Aguero dan City harus mulai berupaya dalam latihan untuk bermain sesuai dengan kekuatan Dzeko - menjauhkan pemain-pemain cepat darinya, dan memberinya ruang untuk melepas tembakan.

Aguero berpostur kecil, mobil, selalu bergerak ke sana kemari. Pemain seperti itu benar-benar mimpi buruk untuk bek.

Dzeko berbeda. Dia sangat baik dalam menahan bola dan bagus melakukan manuver dalam kotak, tapi dia lebih statis, dia cenderung menunggu bola ketimbang berlari ke dalam ruang, seperti Aguero.

Kalau laga ini memang ditentukan oleh satu peluang, Dzeko bisa memanfaatkannya.

Dia penyerang tengah yang bagus dan tengah dalam performa baik sebelum menderita cedera betis bulan lalu. City harus beradaptasi, dan mungkin yang akan menjadi kunci adalah para winger, James Milner dan Jesus Navas - mereka sangat tajam. Ketika mereka berpaling ke Samir Nasri, ia lebih sering bergerak ke dalam.

Apa pun formasi yang digunakan, mereka memiliki Milner, pemain yang selalu bergerak naik-turun tanpa henti. Dia sedang dalam tren positif - menurut saya dia selalu demikian - dan menjadi man of the match saat melawan Everton pada akhir pekan.

Dia salah satu alasan City menemukan performa bagus setelah start yang sangat, sangat lambat. Saya penggemar berat James. Kami sempat menjadi rekan setim di Aston Villa dan ketika dia pergi untuk bergabung ke City, kami kehilangan pemain utama kami. Kami kesulitan untuk menambal lubang tersebut dan tak pernah menemukan pengganti sepadan.

Banyak pemain yang mengalami naik turun performa tapi James sangat, sangat stail. Dia tahu dia harus selalu mengerahkan segalanya, dan Anda tahu apa yang Anda dapatkan darinya. Dia bisa bermain di banyak sekali posisi, dan dia bagus dalam memainkan semua posisi tersebut.

Di klub lain dia pasti akan menjadi salah satu nama pertama dalam susunan tim. Saya tahu City mempunyai banyak sekali opsi di lini tengah, tapi saya akan selalu menempatkannya dalam tim.

Dia bisa bermain di kedua sayap. Anda dapat memahami betapa pentingnya kini bagi seluruh pemain untuk ikut bertahan selain juga mengkreasikan peluang, karena itulah yang terjadi dengan Jose Mourinho dan Eden Hazard. Hazard adalah salah satu talenta terbaik di liga tapi Mourinho sempat mengkritiknya karena dia kurang dalam membantu pertahanan. Adalah all-round play seperti itu yang membuat Anda memenangkan pertandingan saat ini. Tidak melulu tentang menyerang.

Pemain seperti Navas mungkin tidak terlalu sering turun ke belakang seperti yang seharusnya, tapi Anda tak pernah bisa mengkritik James Milner dalam hal tersebut. Dia akan turun untuk membantu bek kanan, bek kiri, memotong umpan-umpan lawan - dan dia akan bergerak naik turun di lapangan dan tetap berkontribusi di sisi kreatif. Saya akan selalu memilihnya dalam tim saya.

Topics