EKSKLUSIF - Gaizka Mendieta: Selamat Tinggal Xavi, Pemimpin Tim Terbaik Dunia

KOLOM: Gelandang terhebat Spanyol akan tampil untuk kali terakhir bersama Barcelona di final Liga Champions dan pantas mendapatkan sambutan yang lebih spesial ketimbang Steven Gerrard.


GOALEKSKLUSIF   GAIZKA MENDIETA     PENYUSUN   TAUFIK BAGUS    


Ketika Steven Gerrard tampil untuk kali terakhir di Anfield, sepertinya seluruh dunia ikut menyaksikannya. Saya juga pendukung Gerrard dan merupakan perpisahan yang pas untuknya.

Xavi juga sudah mengucapkan salam perpisahanannya di lapangan Nou Camp, tapi untuknya harusnya ada yang lebih spesial lagi. Jika Barcelona bisa membawa pulang trofi Liga Champions dari Berlin, akan ada pesta besar dan saya yakin klub akan memiliki rencana untuk Xavi tidak bisa melupakannya. Tak ada pemain lain yang pantas mendapatkannya.

Ia memiliki karir yang luar biasa. Jarang dan begitu mengesankan dalam 17 tahun karirnya bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol, bisa memenangi trofi juara lebih dari siapa pun, menjalani laga lebih banyak dari pemain mana pun, Xavi juga jarang terlibat dalam kontroversi. Saya tak bisa mengingat satu insiden pun. Di dunia yang sempurna, begitulah caranya.

Xavi sudah menjadi pemain kunci, pemimpin dari tim terbaik di dunia, memainkan sepakbola terbaik dalam sejarah. La Liga dan sepakbola Spanyol memiliki proyek di level yang baru dalam karirnya dan ia memiliki peran penting di dalamnya.

Adakah pemain lain yang sepertinya, yang bisa mengendalikan permainan seperti yang dilakukannya? Andrea Pirlo mirip, dan juga Pep Guardiola. Tapi Xavi bisa melakukan perubahan dan mencetak gol, terkadang di laga penting, di mana Pirlo tak bisa melakukannya. Dan Guardiola membutuhkan beberapa kali sentuhan ketimbang Xavi sebelum menentukan apa yang dilakukan kemudian. Mereka adalah yang muncul di kepala saya.

Kewaspadaannya adalah hal yang menentukan siapa dirinya. Sangat luar biasa. Di semua pertandingan di mana saya bermain bersamanya, tak ada satu momen khusus, satu gol, satu pertandingan yang lebih baik dibanding pertandingan lainnya, ia selalu sempurna di setiap kesempatan. Ia tak seperti Messi, yang bisa menentukan kemenangan dengan caranya sendiri. Ia membutuhkan pemain di sekelilingnya, dan ia sepertinya tahu di mana mereka berada.

Jika ia membutuhkan sedikit waktu lebih, ia akan membuat lingkarang dengan bola dan tak akan ada yang bisa merebutnya, yang mana hal ini sangat luar biasa mengingat ukuran badannya. Saya pikir gerakan memutar dirinya sudah menjadi ciri khasnya.

Hal lain adalah semua orang menyukainya, termasuk pendukung Real Madrid. Di luar lapangan, ia orang yang bersahaja yang menyukai privasinya. Tapi di ruang ganti ia orang yang berbeda. Aura kepemimpinannya keluar. Andres Iniesta akan menjadi yang paling senior di musim depan, tapi ia berbeda, sedikit pemalu. Ketika Anda mengenakan ban kapten, Anda terkadang melakukan sesuatu yang tidak datang secara alami dari diri Anda, dalam hal kepemimpinanan, tapi bagi Xavi, semuanya terkesan biasa saja.

Saya ingat ketika ia masih muda, dengan banyak pemain senior di sekelilingnya, ia datang dan mengatakan akan menendang bola ketika tendangan bebas. Ia selalu percaya diri.

Ia mengayomi pemain yang lebih muda dan berbicara kepada mereka dan ketika harus melakukannya, ia akan berbicara dengan pelatih, ia adalah seorang diplomat.

Ada contoh besar pada 2011 ketika ada masalah saat clasico, banyak kartu merah keluar dan sejumlah pemain Real Madrid diminta untuk lebih agresif lagi oleh Jose Mourinho. Ia kaptennya dan ia membereskannya secara personal dengan Iker Casillas, kapten Madrid, untuk memastikan tak ada masalah yang dibawa ke tim nasional. Ia mengambil tanggung jawab. Ia secara total berkomitmen pada keharmonisan di ruang ganti.

Ia terlibat dengan semua orang di Barca, mulai dari Messi hingga tim belia. Ia mengenal semua orang, bukan hanya tim utama, tapi juga tim B, pemain muda. Ia akan mengetahui posisi terbaiknya, semua hal mengenainya. Suatu hari nanti, setelah di Qatar, ia akan kembali, entah sebagai manajer atau direktur sepakbola.

Untuk bisa memberikan pengaruh seperti yang dilakukannya, Anda harus memenangi sesuatu dan dalam hal itu, Piala Eropa 2008 adalah yang terpenting. Itu semua karena kepemimpinannya di dalam dan luar lapangan. Ia menjadi juara dunia di tim U-20, tapi sukses Piala Eropa yang menjadi lompatan besar. Itu yang membuat orang tahu dan ketika ia berhasil memenangi segalanya di skuat Barcelona Pep Guardiola pada 2009, semua orang mengatakan 'Wow! Xavi!' Tapi ia sudah terbiasa bermain seperti itu.

Ia tak akan jadi starter di final, tapi di sepanjang musim ini, mengetahui laga tersebut menjai laga terakhirnya, Luis Enrique telah menunjukkan penghormatan besar kepadanya, memainkannya di laga besar. Ia akan bermain, berapa pun skornya, dan meski hanya sepuluh menit. Lebih dari siapa pun, ia pantas mendapatkannya.

Get Adobe Flash player