EKSKLUSIF - Neil Lennon Beberkan Cara Hentikan Lionel Messi

Pria Irlandia Utara yang kini menukangi Bolton ini sukses meredam sang superstar Argentina untuk mengarsiteki kemenangan mengejutkan Celtic atas Barcelona pada 2012.

Tak ada pertanyaan lebih sulit di sepakbola ketimbang: Bagaimana cara Anda menghentikan Lionel Messi?

Mantan manajer Celtic Neil Lennon punya jawabannya, karena momen paling terkenalnya sebagai pelatih datang di Liga Champions pada 18 November 2012, ketika Celtic, menurut beberapa analis, hanya mencatat 11 persen possession tetapi sukses mengalahkan Barcelona 2-1 di Celtic Park.

"Tak ada rahasia, berusahalah mendekatinya," ujar Lennon kepada Goal. "Coba dan buat dia bermain dengan punggungnya membelakangi gawang. Karena begitu dia mendapatkan bola sambil setengah membalikkan badan dan menemukan sejumlah ruang, maka Anda dalam masalah."

Dituturkan Lennon, ada juga faktor-faktor lainnya. "Anda selalu membutuhkan sedikit keberuntungan, dan kiper Anda mesti bermain sangat baik."

Saat itu tak bisa dimungkiri bahwa Celtic memang dinaungi dewi fortuna, dengan dua tembakan Barcelona mengenai mistar serta tiang. Secara total, klub raksasa Spanyol itu melepas 25 tendangan sementara Celtic hanya tiga.

Dan kiper Fraser Forster tampil sangat bagus sampai-sampai El Mundo Deportivo menyebutnya sebagai 'Si Tembok Besar'. Forster bahkan mengkreasi gol kedua Celtic, dengan melakuakn satu penyelamatan sebelum melepas umpan jauh yang gagal dikontrol Xavi dan memudahkan Tony Watt mencetak gol.

Celtic terus bertahan dengan kokoh dan kendati Messi akhirnya mencetak gol pada masa injury, Barcelona sukses ditaklukkan. Hasil ini membuat Rod Stewart, seorang loyalis Celtic sepanjang hidupnya, larut dalam tangis kebahagiaan.

Dalam kedua pertemuan Grup G melawan Celtic pada musim tersebut, Messi membukukan 111 sentuhan, terbanyak yang pernah dibuatnya dalam sebuah partai di ajang Eropa dalam tiga musim terakhir. Dia memiliki beberapa peluang emas untuk mencetak gol dalam duel pertama di Camp Nou, dengan Barca unggul 2-1 berkat gol menit terakhir. Namun, di Celtic Park, 111 sentuhan Messi hanya berujung kepada satu kans bersih, yaitu gol konsolasinya yang datang terlambat.

Sebelum gol tersebut, yang lahir dengan menuntaskan bola rebound menyusul penyelamatan Forster, Messi nyaris tak pernah memberikan ancaman nyata.

Celtic juga mendapatkan bantuan dari 'pemain ke-12' alias suporter mereka. Seperti dilaporkan harian Marca: "Mungkin tak ada keuntungan lebih besar untuk tampil sebagai tuan rumah dalam dunia sepakbola ketimbang laga kandang Celtic di Celtic Park, sebagaimana yang kini diketahui Barcelona."

Itu menjadi hasil fenomenal. Selama empat musim beruntun Messi menjadi topskor Liga Champions. Empat bulan sebelum bertemu Celtic ia menjadi pemain pertama yang mencetak lima gol sekaligus dalam satu laga, yaitu menghadapi Bayer Leverkusen.

Pada 2009 dan 2011 Barcelona mengalahkan Manchester United - pertama di Roma dan kemudian di Wembley - untuk menjadi kampiun Eropa. Messi masuk papan skor dalam kedua final tersebut.

Sebelum final 2011, ada banyak diskusi dari pelatih-pelatih lain dan para eks pemain mengenai cara menghentikan Messi. Rencana-rencana yang dibahas termasuk membatasi suplai umpannya, mempersempit ruang antara bek-bek tengah dan para full-back, menugasan dua pemain untuk mengawalnya sepanjang pertandingan, menciptakan bottleneck di lini tengah untuk memaksanya bermain melebar, ata berulang kali melanggarnya.

Atau menyerah saja. "Kalau dia sedang menjalani hari baik, benar-benar tak ada cara untuk menyetopnya," demikian penilaian Thierry Henry.

Lennon, yang kini menukangi Bolton Wanderers di Divisi Championship Inggris, menambahkan: "Seiring berjalannya laga, Messi cenderung bergerak semakin melebar dan itu sedikit menguntungkan kami karena dia jauh lebih berbahaya ketika berlari ke arah Anda dari posisi sentral yang lebih dalam.

"Tetapi Anda tak boleh menurunkan konsentrasi barang sedetik pun. Tak masalah saya bilang kami telah menyusun rencana untuknya. Itu masuk akal, tetap dekat dengannya tapi tetap bertahan di kaki Anda. Karena dia sangat bagus dengan kakinya, kalau Anda menekel dengan menjatuhkan diri dia akan menghabisi Anda. Jadi kami sangat disiplin dalam aspek permainan tersebut."

Hanya segelintir tim lain yang mampu meredam Messi sejak saat itu, dan ia mempertahankan produktivitasnya yang luar biasa. Dua gol di kandang Ajax pada laga terakhir membuatnya sejajar dengan koleksi 71 gol Raul Gonzalez, alias terbanyak dalam sejarah Liga Champions.

Lolosnya Barcelona ke 16 besar musim ini sebagai juara atau runner-up Grup F tergantung pada torehan mereka pada matchday 5 dan 6, yakni bertandang ke Nicosia dan menjamu Paris Saint-Germain yang saat ini berada di atas mereka.

Terlepas dari segala pembicaraan tentang Messi yang tak bahagia di Barca dan performa klub yang tengah naik-turun, Lennon memberikan peringatan kepada APOEL dan PSG. "Messi tampak jauh lebih fit dan prima ketimbang musim lalu," tandasnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics