EKSKLUSIF - Nicola Verdun: Klub Italia Harus Mulai Membangun Stadion Sendiri

Head of Global Partnership dari Juventus menyayangkan stadion yang mulai sepi di Liga Italia Serie A.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter

Juventus sebagai klub raksasa Italia terus mencoba lebih baik baik di dalam atau di luar lapangan. Klub berkostum hitam-putih itu pun kini tengah berusaha untuk mengembangkan pasar mereka di Benua Asia.

Indonesia sebagai salah satu negara paling besar di Asia dinilai memiliki market yang begitu luar biasa, dan hal tersebut pun tak akan luput menjadi sasaran klub-klub yang ingin menguatkan brand mereka di Asia.

Head of Global Partnership Juventus, Nicola Verdun, menceritakan bahwa Indonesia merupakan key market mereka di Asia. Dan dengan kedatangan Si Nyonya Tua 6 Agustus mendatang, Verdun berharap bisa menjadi jalan pembuka berkembangnya pasar Juventus di Indonesia.

Bagaimana Anda memandang market Asia saat ini?

Kami tahu Asia adalah market yang besar dalam sepakbola, dan kami kini sedang fokus untuk mengembangkan market di Indonesia. Kami juga membuat program untuk mengembangkan market di seluruh Asia, kami mulai dari membuka lounge di Tokyo Maret lalu, dan itu sukses. Kami juga melakukan pertandingan antar legenda Juventus di sana.

Cara apa yang klub tempuh untuk pasar Indonesia?

Indonesia adalah key market untuk kami, untuk mengembangkan global brand. Kami akan mulai bekerja lewat sosial media dan mengembangkan website kami, kami akan berusaha lebih dekat dengan para fans lewat internet. Kami juga merambah ke komunitas Italia di Australia, melakukan pertandingan di Singapura. Proritas kami adalah Indonesia dan Jepang, kami memiliki program untuk membuat pasar kami lebih besar di sana.

Bagaimana perkembangan market Juventus dalam lima tahun terakhir?

Ada naik turun dalam market kami di Asia dalam lima tahun terakhir. Semua tergantung dengan performa tim, saat mereka tak bermain di Liga Champions tentu akan menurun. Ketika kami bisa meraih gelar juara, atensi pun naik.

Bagaimana dengan rencana partai Supercoppa yang akan digelar di Asia (lagi)?

SuperCoppa seharusnya digelar di Beijing, kami bermain di Beijing dua tahun lalu dan musim ini kita tak akan bermain di Beijing karena tim lawan, Napoli, akan menjalani kualifikasi di Eropa. Jadi kami tidak akan bermain di Beijing, di mana? Kami belum tahu.

Liga Italia seakan tak lagi menarik untuk ditonton langsung, stadion sering sepi, bagaimana hal tersebut?

Ini merupakan situasi yang tidak baik untuk liga, namun kami mengalami situasi yang berbeda karena stadion kami selalu penuh hingga 98 persen di setiap game-nya. Karena kami punya stadion, stadion yang modern, dan seringnya penuh. Stadion yang lain memiliki masalah tersebut karena stadion bukan milik klub, namun punya daerah atau negara. Salah satu cara untuk memiliki liga yang bagus adalah klub harus memiliki stadion sendiri. Kami belajar dari apa yang terjadi di Inggris, di Jerman, dan terima kasih untuk Piala Dunia 2006 di Jerman. Kami belajar bagaimana membangun, memiliki stadion yang aman dan nyaman untuk keluarga, anak-anak.

Jika ingin liga lebih baik lagi dan masalah ini selesai, saya rasa klub-klub harus mulai membangun stadion, memiliki stadion.

Apa yang membuat brand dari Juventus berbeda dengan klub Italia lain?

Juventus lebih dari sekedar klub sepakbola. Kami melakukan studi selama satu setengah tahun untuk membangun market kami dengan baik. Dan kami melihat sisi lain dari Juventus, dan yang kami dapat adalah Juventus lebih dari klub sepakbola, ini adalah sebuah brand besar, sebuah gaya hidup, dan hal itu yang akan kami bangun lebih baik di masa mendatang.

Bagaimana dengan rencana membangun akademi di Indonesia?

Rencana itu sudah ada, tapi kami masih mencari tempat terbaik. Kapan pastinya juga belum diputuskan. Agustus mendatang akan ada informasi lebih lanjut. Kami juga mengetahui bahwa klub-klub besar membuka sekolah sepakbola di sini, dan kami juga akan melakukan hal serupa.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics