EKSKLUSIF - Philipp Lahm: Bayern Munich Belum Di Level Juara Liga Champions

Dalam kolom eksklusif terbarunya, Lahm mengaku Bayern belum di level performa terbaik untuk menjuarai Liga Champions, juga menganalisis beberapa rival di Bundesliga.

Kami tengah memuncaki klasemen Bundesliga Jerman dengan 20 poin, tetapi tetap muncul pertanyaan: Bagaimana level kami di Eropa?

Pertemuan pertama di Liga Champions melawan Atletico di Madrid telah menunjukkan bahwa performa kami belum cukup bagus untuk level top. Untuk menjuarai Liga Champions buat kedua kalinya kami harus meningkatkan beberapa hal. Saya pikir akan penting untuk menemukan keseimbangan tepat antara merasa rileks dan tegang.

Usai kemenangan penting melawan Borussia Monchengladbach pada akhir pekan, kami sekali lagi menegaskan ambisi – kami ingin memuncaki Bundesliga dan target kami adalah titel kelima beruntun. Demi meraih target tersebut, kami harus mengamati dengan jelas rival-rival kami dan bertindak tepat ketika menganalisis lawan-lawan kami.

Ada beberapa tim muda dan dinamis di liga yang tengah bermain bagus saat ini – Hertha, Koln, dan RB Leipzig. Menurut saya, tim-tim tersebut tak memiliki skuat untuk bersaing meraih tempat pertama untuk semusim penuh. Mereka kekurangan kematangan yang bermuara pada stabilitas yang diperlukan, tetapi mereka memanfaatkan dengan sempurna momentum mereka dan telah melakoni start yang sukses musim ini.

Kemudian ada Borussia Dortmund, sebuah tim yang saya sebut juga muda dan dinamis, dengan kualitas tinggi di lini serang. Mereka tak menjalani start sempurna, tetapi usai segala pengalaman tersebut di masa lalu, mereka tampak jauh lebih kuat ketimbang tim-tim yang berposisi lebih tinggi di klasemen. Jauh lebih sulit untuk menjelaskan tentang Bayer Leverkusen dan Schalke 04. Saya tak tahu kenapa mereka tertinggal dengan margin yang begitu besar setelah delapan pekan.

Saya yakin saya bukan satu-satunya yang merasa mengambil masa istirahat di antara semua pertandingan ini adalah hal yang baik. Beberapa rekan setim saya yang berpengalaman juga memerlukan istirahat singkat tersebut. Adalah tanggung jawab kami sebagai pemain berpengalaman dan sukses untuk mengatur kekuatan kami agar bisa memberikan 100 persen dalam momen-momen tepat.

Kami memiliki “Foehn” dalam beberapa hari terakhir. Itu adalah fenomena cuaca di pegunungan Alpen ketika angin hangat dan kering menghadirkan kondisi cuaca yang indah dan stabil untuk periode waktu singkat. Terlepas dari turunnya salju pertama di pegunungan, temperaturnya meningkat hingga lebih dari 20 derajat Celcius.

Saya telah melewati beberapa hari libur pada akhir pekan, jadi saya menikmati masa istirahat cerah ini sebelum musim dingin datang. Itu adalah kondisi sempurna untuk memulihkan diri karena semakin dan semakin penting bagi kami untuk mengatur diri agar bisa mencapai performa level top dalam momen-momen menentukan dan laga-laga penting.