EKSKLUSIF - Rafael Marquez: Lionel Messi & Paul Pogba Bisa Tentukan Final Liga Champions

Eks bek Blaugrana ini memandang kedua bintang memiliki kapasitas untuk menghasilkan perbedaan bagi tim masing-masing dalam duel final Liga Champions di Berlin.

Saya cinta Barcelona, saya senang menyaksikan mereka dan saya antusias menantikan peristiwa spesial pada Sabtu malam ketika salah satu sahabat saya, Xavi, melakoni momen perpisahan, ketika Leo Messi yang menakjubkan berusaha menunjukkan lebih banyak lagi maginya kepada kita, dan ketika Juventus akan berupaya dengan segenap kekuatan untuk menyetop mereka.

Barcelona adalah favorit kuat, tapi ini akan sangat sulit bagi mereka. Saat membandingkan kedua tim saya melihat Messi sebagai titik referensi, begitu pula Paul Pogba. Saya melihat Juventus sebagai unit defensif yang sangat kuat, namun saya juga melihat peningkatan dalam pertahanan Barcelona – dimulai dengan para penyerang – dan saya melihat Pirlo sebagai ancaman besar dari situasi tendangan bebas. Sepakbola Italia sangat kuat secara taktis. Laga ini akan ketat.

Kekontrasan antara kedua kubu dimulai dengan penjaga gawang. Di final kita memiliki satu tim yang 'memang seharusnya' berada di sana dan tim kejutan yang sukses meraih tempat mereka. Ini sama dengan kedua kiper - tapi berlaku sebaliknya, karena Barcelona yang memiliki pemain 'kejutan'.

Di satu sisi Anda memiliki Gianluigi Buffon, yang memiliki sangat banyak pengalaman - seorang jawara Piala Dunia, banyak titel, kapten dari timnya. Dan sisi lain kita memiliki Marc-Andre Ter Stegen, seorang kiper muda pada tahun pertamanya dalam tim besar.

Ter Stegen memainkan peran menentukan di semi-final menghadapi Bayern Munich, ketika ia membuat beberapa penyelamatan bagus di saat satu gol akan sangat mengangkat Bayern. Ia telah menyelamatkan Barcelona dari banyak bahaya, dan memberikan banyak kepercayaan diri kepada lini pertahanan. Ia akan menjadi salah satu pemain penting di final ini.

Di depan Ter Stegen, Barca memiliki pasangan solid, sangat kuat di sentral pertahanan dalam diri Gerard Pique dan Javier Mascherano. Saya lebih menyukai Mascherano sebagai gelandang, tapi tak diragukan lagi dia telah tampil baik di sentral pertahanan terlepas dari posturnya dan fakta bahwa ia bukan pemain yang kuat secara fisik. Ia menggunakan kecerdasannya dengan baik dan menjadi salah satu pemain terpenting Barca dalam beberapa musim terakhir.

Luis Enrique telah menjadikan Barca tim yang lebih kompak; dalam beberapa aspek dia telah 'mempersempit' lapangan. Ini dimulai dengan garis depan. Kita melihat Neymar, yang turun untuk bertahan dari sisi kiri, kita melihat Messi juga lebih ketat di semua sisi lapangan, kita melihat Luis Suarez juga bekerja keras – ini contoh kolektif dari sisa tim.

Pertahanan Juve menyokong keseluruhan tim dan para pemainnya tergolong veteran. Kiper dan lini pertahanannya memiliki sangat banyak pengalaman. Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci juga merupakan basis dari tim nasional Italia, dan jika Andrea Barzagli cedera untuk laga final mereka bisa mengatasinya, bukan masalah.

Terlepas dari itu, mustahil untuk mendeskripsikan betapa sulitnya mengawal Messi, seperti yang diketahui Jerome Boateng di semi-final. Saat Anda bergerak mundur dan ada Messi yang sedang berlari ke arah Anda, berganti arah setiap waktu... Saya bisa mengatakan kepada Anda bahwa saya tak akan tahu bagaimana menghentikannya. Mungkin dengan pelanggaran di luar area.

Juve juga memiliki pengalaman di sektor tengah, dengan Andrea Pirlo, sosok yang memberikan keseimbangan untuk tim mereka. Dia bisa sangat berbahaya jika mendapatkan tendangan bebas dekat area, dia mematikan dari jarak tersebut.

Barca telah mengantisipasi kepergian Xavi, yang pantas mendapatkan segala tribute dan yang, saya yakini, sejatinya bisa bermain semusim lagi di Barca. Ivan Rakitic adalah masa depan, pemain muda bagus dan merupakan bagian penting dalam tim.

Paul Pogba telah menjadi sensasi untuk Juve dan sama sekali tidak mengejutkan seluruh tim besar menginginkannya. Dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan, seperti halnya Messi. Dia kuat secara fisik, sebagaimana telah kita lihat di semi-final di kandang Real Madrid, 89 menit menjelajahi lapangan, bertahan dan menyerang. Kualitas murni, dan menurut saya dia telah menjadi pemain paling impresif di pihak mereka.

Barcelona memiliki trisula penyerang terkuat di sepakbola. Jika salah satu di antara mereka sedang tampil buruk, Anda tetap harus berhati-hati dengan dua lainnya. Mereka sebelumnya mencari No.9 dan Suarez menjadi sebuah kesuksesan. Transfer itu mengingatkan saya dengan momen ketika Samuel Eto'o datang ke Barcelona; mereka sangat mirip.

Kita harus memberikan aplaus untuk Messi karena dia telah membuat keputusan untuk mengubah cara bermainnya, berlari ke belakang untuk bertahan dan membantu tim saat diperlukan, di samping segala kemampuan menyerangnya. Kedatangan Suarez dan Neymar telah membantunya, dan dia telah mengambil tanggung jawab lebih dalam tim.

Dia telah matang. Dia kapten tim nasional Argentina, dia akan menjadi ayah untuk kali kedua. Anda juga bisa melihat bahwa dia telah merawat diri untuk mempertahankan kondisi fisiknya, mencegah cedera. Dia berhati-hati dengan apa yang dimakannya. Semua ini menunjukkan bahwa dia telah tiba di titik kematangan tertentu.

Juve juga memiliki tiga penyerang kuat. Carlo Tevez dalam kondisi luar biasa, dan dia memberikan kedalaman di lini depan. Dia selalu berbahaya dan melakoni musim yang bagus.

Begitu pula dengan dua pemain dari Spanyol. Fernando Llorente bisa menjadi pemain kunci dan Alvaro Morata memiliki banyak kualitas, seperti yang telah kita lihat di semi-final. Mungkin caranya meninggalkan Real Madrid bukan yang terbaik – mereka semestiya bisa memberikannya lebih banyak kesempatan. Pergi dengan cara seperti itu memberikan motivasi ekstra untuk seorang pemain saat menghadapi mantan timnya, seperti yang ditunjukkannya di semi-final.

Juventus tentunya berbahaya. Mereka tim yang komplet, dengan penyerang-penyerang berkualitas top, pengalaman, dan tambahan kepercayaan diri setelah mengalahkan Real Madrid. Kedua tim mengejar treble dan keduanya jelas pantas berada di final. Ini akan menjadi laga ketat.