EKSKLUSIF Zinedine Zidane: Saya Melihat Segala Sesuatunya Lebih Awal

Mantan bintang Prancis, yang masuk dalam Goal Hall of Fame, melihat kembali perjalanan karirnya yang luar biasa dan merasa instingnya membantunya bisa mengungguli pemain belakang.

EKSKLUSIF RAPHAEL COSMIDIS & ALBERTO PINERO PENYUSUN MOHAMMAD YANUAR

Zinedine Zidane mengungkapkan rasa senangnya setelah masuk dalam Goal Hall of Fame dan meyakini dirinya sudah menjalani sukses yang spektakuler sebagai pesepakbola karena dirinya bisa melihat jauh lebih dulu dibanding yang lain.
Zidane adalah pemain pertama yang masuk dalam Hall of Fame pekan ini menyusul keluarnya hasil jejak pendapat 100,000 pembaca Goal, yang memilih mantan pemain Real Madrid dan Juventus itu di antara legenda lainnya.

Pemain asal Prancis tersebut menerima penghargaannya di tempat pemusatan latihan Madrid dan mengklaim kemampuannya untuk bisa melihat lebih awal dibanding pemain belakang memberikan kontribusi atas apresiasi yang didapatnya.

"Saya bermain dengan menggunakan insting," ungkapnya kepada Goal.

"Saya bekerja keras meningkatkannya, tapi semuanya sudah ada di kepala saya. Bermain dengan insting selalu menjadi kualitas saya. Saya melihat segala sesuatunya sebelum pemain lain bisa melihatnya. Lebih cepat dari pemain belakang."

Zidane pensiun setelah Piala Dunia 2006 di usia 34, tapi ketika ditanya apakah memungkinkan untuknya untuk bermain di posisi yang lebih ke dalam untuk memperpanjang karirnya, dia mengatakan sangat menikmati bermain di sepertiga akhir lapangan ketimbang harus bermain lebih turun ke belakang.

"Bisa saja saya bermain lebih ke belakang, tapi kekuatan saya adalah memberikan umpan terakhir, jadi akan lebih baik bermain dengan lebih dekat dengan daerah lawan, gawang lawan. Saya lebih efektif dalam menyerang," tambahnya.

"Saya senang mencetak gol, berada di sana dekat kotak penalti. Itu sudah menjadi keahlian saya. Saya suka menciptakan gol ketimbang mencetak gol sendiri."

Kunci penting dari kesuksesan Zidane adalah kemampuannya secara elegan di lapangan dan kapabilitas melewati pemain belakang, meski diakuinya bukan itu yang menjadi fokus utamanya.

"Saya menyadari hal itu, tapi saya tak fokus pada hal-hal yang indah. Karena meski saya enak dilihat, tapi yang terpenting adalah saya bisa efektif di lapangan," ujarnya.

"Memang benar saya bukan pencetak gol yang luar biasa. Saya lebih sering menciptakan gol dari pada mencetaknya. Dan saya ingin fokus pada efisiensi saya."

Efisiensi itu yang membantu Prancis memenangi Piala Dunia 21998 dan Piala Eropa 2000, di mana pemain tengah tersebut juga mengantar Juventus dan Real Madrid banyak mendapatkan gelar sebelum pensiun pada 2006. Kaki bersepatu miliknya membawanya masuk dalam salah satu legenda di klub raksasa Spanyol itu.

"Saya sudah bertemu sejumlah orang yang membandingkan saya sedikit seperti Alfredo Di Stefano, mengatakan saya memiliki gaya teknis yang mirip dengan bola. Tapi orang memiliki eranya sendiri, dengan ritme permainan mereka. Dan saat ini pertandingan berjalan semakin cepat. Tapi saya pikir saya bisa mengatasinya."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics