Emral Abus Sanjung Yandi Sofyan

Emral menjadikan faktor mental sebagai alasan menurunkan Yandi di babak kedua saat menghadapi New Radiant.

LIPUTAN ANGGI RIWANTO Ikuti di twitter
Pelatih Persib Bandung di kompetisi Asia, Emral Abus, melemparkan pujian kepada striker muda Yandi Sofya usai mengalahkan New Radiant SC 4-1 dalam laga perdana Grup H Piala AFC 2015 di Stadion Si Jalak Harupat kemarin.

Yandi dimasukkan pada menit ke-77 menggantikan M Ridwan untuk menambah daya gedor Persib setelah Maung Bandung mengalami kebuntuan di babak kedua. Kepercayaan itu dibalas Yandi dengan mencetak gol keempat Persib di masa injury time usai menerima umpan Tantan.

“Kami acungkan jempol kepada Yandi, karena main tidak lama, tapi bisa tampil baik, dan ini juga dilakukan di hadapan Bobotoh. Tidak gampang bermain di hadapan Bobotoh sebanyak itu. Main di babak kedua, dia menampilkan permainan sesungguhnya, dan main maksimal,” puji Emral.

Emral menambahkan, adik kandung Zaenal Arif itu dimasukkan di babak kedua, karena memikirkan faktor mental pemain yang pernah merumput bersama Brisbane Roar tersebut. Menurutnya, jika dimainkan pada babak pertama, dikhawatirkan berdampak negatif pada sang pemain.

“Di cadangan karena faktor mental saja. Kita takut jika dimainkan di awal, Yandi tidak siap, dan justru berdampak negatif buat dia. Kita masih punya Tantan, dan komunikasi dia dengan teman yang lain, terutama dengan Ridwan itu bagus. Paham sekali dia dengan yang lain, bisa saling menutupi,” tambahnya.

Meski menang dengan skor telak, Emral yang merupakan seorang instruktur pelatih sepakbola Indonesia mengatakan, kebutuhan akan pemain asing di lini serang masih sangat dibutuhkan.

“Tentu akan lebih baik kita punya striker asing, dan saat ini masih banyak peluang yang gagal jadi gol,” ulas Emral.

Pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Sumatera Barat 56 tahun silam itu menilai kinerja pemain depan Persib belum maksimal, dan selalu terburu-buru dalam melakukan penyelesaian akhir, sehingga peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.

“Kita masih terburu-buru ingin cepat cetak gol. Harusnya mereka kontrol dulu, tapi mereka buru-buru, dan akhirnya bola naik, atau melenceng,” ujar Emral. (gk-52)

addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.