Era Lionel Messi & Cristiano Ronaldo Buat Pep Guardiola Kagum

Manajer Manchester City itu mengungkapkan kekagumannya terhadap persaingan yang terjadi antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Kendati Luka Modric sudah mematahkan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam penghargaan pemain terbaik versi UEFA dan FIFA dalam sedekade terakhir, media dan publik masih memandang kedua pendominasi itu sebagai alien.

Tak terkecuali manajer Manchester City, Pep Guardiola, yang mengakui kekagumannya terhadap persaingan kelas dunia yang ditunjukkan Messi dan Ronaldo.

Juru taktik asal Catalunya itu pun tak ragu menyebut periode persaingan Messi dan Ronaldo sebagai era yang fenomenal, mengingat persaingan yang ada bisa begitu konsisten hingga sudah menyentuh tahun kesepuluh.

Cristiano Ronaldo Lionel Messi 23102017

"Leo [Messi] sangat kompetitif, binatang buas. Sifatnya ketika bermain membantu pemain lain untuk kompetitif juga. Dia benci kekalahan dan bermain seperti masih anak-anak," buka Pep, seperti dilansir Four Four Two.

"Dalam pertandingan besar, jika tim mau membantu Messi, dia pasti bakal menjadi pembeda. Bersama dengan Cristiano [Ronaldo], kita semua hidup dan masih menyaksikan era dua fenomena," lanjutnya.

"Mereka sudah melewati sepuluh tahun dengan mencetak 50 gol dalam semusim. Itu luar biasa! Masalahnya mereka melakukan hal tersebut bukan cuma dalam jangka waktu setahun, tapi tahun demi tahun, lagi dan lagi," pungkasnya penuh kekaguman.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Wayne Rooney memang sudah kesulitan menampilkan performa terbaik di Liga Primer Inggris, tetapi pengalaman dan kematangannya masih sangat menonjol ketika melanjutkan karir di Amerika Serikat. Rooney meninggalkan Manchester United yang ia bela selama 13 tahun pada 2017 untuk pulang ke Everton di mana ia melalui masa remaja hingga menandatangani kontrak profesional pertama. Bersama The Toffees, Rooney menjalani debut EPL secara istimewa dengan mencetak gol tunggal kemenangan atas Stoke City. Selama satu musim 2017/18, ia menyumbang total 11 gol untuk klub dalam 40 pertandingan semua ajang. Bagaimanapun juga, meski Rooney mencatat rekor menjadi pemain kedua setelah Alan Shearer yang berhasil menembus 200 gol EPL, performanya dinilai masih belum memenuhi ekspektasi. Alhasil, baru menjalani satu dari dua tahun kontrak di Goodison Park, ia kembali hengkang, tetapi destinasi berikutnya cukup mengejutkan. Rooney menerima pinangan DC United dan meneken kontrak tiga setengah tahun bersama klub yang saat itu terjerembab di posisi ke-11 atau juru kunci klasemen sementara Eastern Conference Major League Soccer (MLS). Keputusan Rooney ternyata sangat tepat, di Negeri Paman Sam, ia kembali menemukan sentuhan terbaiknya di lapangan hijau dan mampu membawa DC United menembus papan atas. Ia menjalani debut di MLS pada 14 Juli sebagai pemain pengganti pada menit ke-59, namun ia mampu menandai laga perdananya dengan torehan satu assist pada laga yang berakhir 3-1 untuk kemenangan timnya atas Vancouver Whitecaps. Pelatih Ben Olsen hanya perlu waktu singkat untuk menyadari kualitas dan juga kepemimpinan hebat dari sosok Rooney, ia menyerahkan ban kapten kepada pemain Inggris itu setelah tiga pertandingan, dengan Steve Bimbaum juga sudah merelakan status itu. Dengan tanggung jawab baru, Rooney bukan terbebani tapi malah semakin on fire. Pemain berusia 32 tahun itu berhasil mencetak gol perdana pada laga debut memakai ban kapten. Tidak tanggung-tanggung, mantan rekannya di Manchester United, Tim Howard, menjadi korban pertamanya di Amerika Serikat. Pada laga itu, DC United menang 2-1 atas Colorado Rapids.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Satu Syarat Messi Bisa Juara Piala Dunia 2022
2. Pesan Tegas Bos Persib Bandung
3. Bonucci: Pindah Ke Milan Keputusan Buruk
4. Akhiri Konflik Dengan Mourinho, Pogba Harus Hengkang
5. Jorginho, Higuain & Rekrutan Anyar Terbaik Sejauh Ini
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

GFXID Banner Liga Champions 2018/19

Topics