Erol Iba Kritik Wasit Di Laga Kontra Persik Kediri

Erol menilai pengadil di atas lapangan terlalu mudah mengeluarkan kartu untuk pemain Sriwijaya FC.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG

Kekalahan telak 5-1 dari Persik Kediri masih menyimpan rasa masygul di penggawa Sriwijaya FC. Kapten tim Erol Iba mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit yang dianggap tak pintar mengambil keputusan.

Sriwijaya FC harus menyelesaikan laga tersebut dengan sembilan pemain, menyusul diusirnya Achmad Sumardi dan Vali Khorsandipish usai diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-43 dan 71.

“Di samping hasil tidak sesuai yang kami inginkan, wasit juga tidak pintar dalam mengambil keputusan, seperti [sanksi] pelanggaran yang diberikan wasit. Kita langsung kartu merah, sementara mereka hanya kuning,” sesal mantan pemain Semen Padang itu.

Namun begitu, keputusan wasit tidak dapat diurungkan lagi. Erol mengatakan, setelah ini tetap fokus menyelesaikan laga putaran pertama menghadapi Barito Putra.

“Yang lalu biarlah berlalu, kita harus fokus kedepan. Harus ambil poin maksimal,” tegas Erol.

Sementara itu, pelatih Subangkit menyebut anak asuhnya kurang bersabar ketika melawan Persik. Ia mencontohkan kartu kuning kedua yang diperoleh Sumardi dan Vali.

Di laga ini, Vali menggantikan peran Abdoulaye Maiga, namun ekspatriat asal Iran itu tidak menunjukkan kualitas sebagus rekannya tersebut. Begitu juga dengan Sumardi. Menurut Subangkit, pelanggaran tidak perlu yang dilakukan Sumardi dan Vali itu sebagai salah satu contohnya.

“Pemain tidak sabar, seringkali melakukan hal yang tidak perlu,” kata Subangkit.

Menurut Subangkit, lini belakang menjadi hal yang paling disoroti. Beberapa kali anak-anak Macan Putih berhasil menerobos pertahanan. Subangkit juga menilai bek sayap kanan Hamzah juga lamban ke belakang setelah maju ke depan serta kurang membantu pertahanan di dalam.

Dengan diterimanya dua kartu kuning itu, maka Sumardi dan Vali dipastikan absen saat menghadapi Barito Putera pada akhir pekan ini.

“Lawan Barito, Vali diganti Maiga, Sumardi diganti Firdaus [Ramadhana],” tegas Subangkit. (gk-55)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.