Eusebio Di Francesco: Saya Tak Bisa Parkir Bus

Sassuolo bermain dengan skema 4-2-4 di babak kedua melawan Juve setelah mengawali laga dengan pola 4-3-3.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter
Inferior dalam kualitas amunisi di hadapan Juventus, Eusebio Di Francesco tetap menitahkan anak-anak Sassuolo arahannya untuk menggelar permainan ofensif saat menjamu sang pemuncak klasemen Serie A tadi malam.

Pendekatan ini membuahkan keunggulan dini di menit kesembilan lewat Simone Zaza, tapi Neroverdi pada akhirnya harus tertunduk 3-1. Meskipun demikian, Di Francesco mengaku tetap bangga atas penampilan pasukannya, dan yang jelas taktik defensif tak ada dalam kamus mantan bintang AS Roma ini.

Tidak mengherankan karena Di Francesco dikenal sebagai penganut Zemanlandia, gaya menyerang frontal usungan Zdenek Zeman, eks bos I Lupi. Di babak kedua menghadapi Juve Sassuolo bahkan bermain dengan pola 4-2-4 dari sebelumnya 4-3-3 saat mengawali pertandingan.

"Saya hanya bisa memuji anak-anak atas performa, determinasi, dan mentalitas mereka," kata Di Francesco kepada Sky Sport Italia.

"Saya tak tahu apakah ini tindakan tak bijaksana dari sebuah tim Italia yang tengah berjuang demi salvezza, tapi ini satu-satunya gaya sepakbola yang saya ketahui. Siapa pun yang mempekerjakan servis saya tahu apa yang diharapkan dan Sassuolo percaya pada saya dengan promosi kami dari Serie B."

"Lagi pula belakangan ini kami tak kebobolan banyak gol, karena jika para striker bekerja keras kami bisa bermain seperti ini."

"Sejujurnya, saya hanya mencintai tipe sepakbola seperti ini, dengan tim selalu menyerang dan mengkreasikan kans. Saya tak bisa memarkir bus," tegasnya.

Kekalahan ini membuat ancaman relegasi masih terus membayangi Sassuolo. Berada di tangga ke-17, Neroverdi mengantungi jumlah poin sama dengan Bologna di zona merah.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics