Evaldo Silva: Penalti Aneh Mengangkat Emosi Pemain

Persijap Jepara kecewa terhadap kepemimpinan wasit Mardi.

LIPUTAN AURELIUS BALAKOSA DARI JEPARA
Persijap Jepara harus menanggung malu saat bertandang ke kandang Persita Tangerang di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Minggu (4/5). Menyusul, pada laga itu Laskar Kalinyamat dikecundangi dengan skor telak 4-0.
Pelatih sementara Persijap, Evaldo Silva, mengatakan kekalahan yang diderita timnya tak lepas dari kepemimpinan wasit Mardi yang dinilainya sangat merugikan Persijap. Terutama, ketika Mardi memberikan tendangan penalti kepada tim tuan rumah pada menit ke-49. Penalti itu pun sukses dieksekusi oleh Kenji Adachihara.
"Awal laga anak-anak bermain bagus, ada peningkatan permainan. Tapi, keputusan penalti yang aneh mengangkat emosi pemain di lapangan. Kalau wasit seperti ini terus, ISL akan hancur," ujar ekspatriat asal Brasil itu.
Hal senada juga dituturkan manajer umum Persijap, M. Said Basalamah. Said mengatakan mental pemain Persijap langsung turun dan hilang fokus, setelah penalti kontroversial tersebut.
"Saya bingung harus berkomentar apa lagi. Saya sudah pasrah dengan sepakbola. Capek jika bicara masalah non-teknis. Dengan kondisi tim yang masih mengalami masalah finansial, kami masih dibebani dengan masalah-masalah non-teknis," pungkasnya.
Dengan hasil ini, Persijap harus menutup paruh musim ini di posisi juru kunci wilayah barat dengan empat poin dari sepuluh laga yang telah dijalani. Sementara Persita, berada di peringkat kedelapan dengan sepuluh poin dari sepuluh pertandingan yang telah dilalui.(gk-18)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.