Fabiano Beltrame Minta Tim Perbaiki Antisipasi Bola Mati

Bek tengah sekaligus kapten Persija Jakarta itu waspada akan pemain tinggi Gresik United.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Kapten Persija Jakarta Fabiano Beltrame sadar betul soal kelemahan tim yang ia bela. Jelang menghadapi Gresik United di stadion Gelora Bung Karno, Selasa (29/4), Fabiano memperingatkan teman-temannya untuk menutupi kelemahan antisipasi bola-bola set-piece.

Memang, sejauh tujuh laga Macan Kemayoran di ajang Indonesia Super League (ISL) 2014. Enam gol yang diderita Persija seluruhnya tercipta karena lemahnya antisipasi tim terhadap bola-bola mati.

Yang paling segar diingatan adalah saat Persija mendapatkan kekalahan pertama musim ini, 2-1 dari Persik Kediri. Dua gol Persik tercipta dari skema bola mati, sepak pojok Ngon Mamoun yang disambut tandukan kepala Michael Ndubuisi, dan tendangan bebas Syaiful Indra Cahya.

"Kita harus main maksimal kita tahu Gresik bukan lawan mudah, kita harus kerja keras besok, kita harus fight," jelas pemain kelahiran Brasil itu usai sesi latihan di stadion Gelora Bung Karno, Selasa (28/4) petang.

"Mereka di depan ada Matsunaga (Shohei) dan Pape Latyr N'Diaye, pemain-pemain tinggi harus kita jaga. Hati-hati karena bola mati kita sering kalah," imbuhnya.

Setali tiga uang dengan Fabio, kiper Andritanny Ardhiyasa juga sepakat bahwa bola mati jadi hal yang paling harus dipermak tim saatini.

"Iya, kita memang lemah soal antisipasi set-piece. Coach Bendol (Benny Dolo) juga belakangan terus coba memberikan materi latihan untuk memperbaiki kelemahan tersebut," katanya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.