Fans Persegres Gresik United Gelar Unjuk Rasa

Ketua panpel Gresik United rela mundur dari jabatannya bila pelatih tidak dipecat pascalaga kontra Persiba.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   GRESIK   

Kekalahan 2-0 yang diderita Persegres Gresik United dari PS Mojokerto Putra dalam lanjutan Liga 2 Wilayah Timur kemarin sore membuat fans gerah, dan menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu keluar Stadio Gelora Joko Samudro.

Dalam aksi unjuk rasa itu, fans meminta manajemen segera melakukan evaluasi tim sekaligus memecat Pudji Handoko sebagai pelatih kepala. Namun perwakilan manajemen tidak bisa merealisasikan tuntutan tersebut dalam waktu dekat. Evaluasi tim akan dilakukan pada 20 Juli setelah menghadapi Persiba Balikpapan.

“Kami meminta kepada manajemen untuk evaluasi kinerja tim agar bisa kembali bersaing. Mereka menjanjikan setelah lawan Persiba dengan jaminan dari ketua Panpel [Choirul Anam] yang akan mundur dari jabatannya bila sesudah lawan Persiba pelatih belum ganti,” beber ketua umum Ultras, Muharom.

Menanggapi tuntutan suporter, Pudji menegaskan dirinya siap dievaluasi, bahkan mundur dari jabatannya bila dikehendaki manajemen.

“Terus terang saya sangat kecewa dengan permainan anak-anak. Saya sendiri sudah siap bila manajemen mengambil keputusan. Saya pun sudah siap mundur demi kebaikan tim ini,” tegas Pudji.

Sementara pelatih PS Mojokerto Putra Jamal Yastro mengatakan, keberhasilan anak asuhnya meraih angka penuh di laga tandang setelah mereka tidak memberikan kesempatan kepada pemain Gresik United untuk berpikir.

“Syukur pertandingan bisa selesai dituntaskan tanpa keributan di lapangan dengan tim membawa pulang poin sesuai target. Saya kira kunci kemenangan kami dalam pertandingan tadi adalah, melakukan pressing di atas dan membuat lawan tak bisa berpikir,” jelasnya. (gk-43)

 

 

Topics