Federico Macheda Ungkap Kesalahan Terbesarnya Di Manchester United

Setelah mendapati debut gemilang di Old Trafford, sang penyerang kemudian menerima tawaran pinjaman dari Sampdoria dan menyebut itu berbuah bencana untuk kariernya.

Federico Macheda meyakini, bergabung dengan Sampdoria secara pinjaman setelah mendapati debut gemilang bersama Manchester United merupakan “kesalahan terbesar” dalam kariernya.

Penyerang 24 tahun itu sempat mendapat penilaian tinggi setelah mencetak dua gol dalam dua pertandingan awalnya untuk tim senior Setan Merah, namun kemudian gagal mengamankan tempat reguler di bawah arahan Sir Alex Ferguson.

Pemain asal Italia itu lantas dipinjamkan ke Sampdoria, QPR, Stuttgart, Doncaster Rovers dan Birmingham City sebelum merapat ke Cardiff City secara permanen.

Di klubnya kini, Macheda sekali lagi gagal menahbiskan dirinya sebagai pemain utama dan merasa kejatuhan kariernya bermula ketika ia menerima pinangan kembali ke Serie A.

“Sir Alex Ferguson memberitahu saya bahwa menerima pinjaman tidaklah buruk karena itu bisa membantu Anda tetap fit di musim berikutnya,” ujarnya kepada The Sun.

“Saya tidak tahu mengapa saya pergi ke Italia. Itu adalah kesalahan terbesar dalam karier saya. Saya harusnya bertahan di Inggris.

“Saya memang ingin bermain di Serie A. Tim itu [Sampdoria] tidak terlalu hebat dan saya kerap keluar masuk dalam tim.

“Saya waktu itu berusia 19 tahun dan terdegradasi, jadi itu sangat buruk buat saya. Ketika saya kembali, saya harus bekerja tiga kali lebih keras untuk mendapatkan kesempatan kembali. Itu tidak mudah.”

Macheda pergi meninggalkan Lazio untuk bergabung dengan United pada 2007 dan mencetak gol telat yang paling diingat melawan Aston Villa pada April 2009, dan di laga liga berikutnya ia mencetak gol lainnya melawan Sunderland.

Dalam keterangan lanjutan, ia mengakui bahwa situasinya berubah dengan sangat cepat setelah namanya mulai dikenal.

“Sir Alex menemui orang tua saya karena dia ingin melindungi saya dan mengarahkan saya ke arah yang tepat,” lanjutnya. “Dia ingin memastikan saya terus bekerja keras dan tidak membiarkan gegap gempita memengaruhi saya.

“Setelah saya mencetak gol-gol tersebut, ketika saya pergi keluar saya dihentikan oleh banyak orang dan mereka memberikan perhatiannya. Saya tidak mengiranya.

“Itu sebenarnya sungguh lucu karena itu menyenangkan ketika orang-orang menyukai apa yang telah Anda lakukan dan mereka menunjukkan apresiasinya.”