FIFA Pertimbangkan Copot Status Tuan Rumah Piala Dunia Qatar

Mohammed bin Hammam diduga menyuap para ofisial sehingga Qatar terpilih menjadi tuan rumah.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
FIFA mulai mempertimbangkan untuk mencopot status Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 menyusul laporan dari media Inggris, Sunday Times, tentang dugaan suap yang dilakukan oleh mantan presiden Federasi Sepakbola Asia (AFC) Mohammed bin Hammam.

Bin Hammam diduga menyuap para ofisial sebesar €3,7 juta guna melicinkan jalan Qatar sebagai tuan rumah turnamen empat tahunan itu. Mantan komite eksekutif FIFA tersebut saat ini dihukum seumur hidup tak boleh terlibat dalam sepakbola sejak Juli 2013, juga karena kasus korupsi dan penyuapan.

Kini, FIFA mengisyaratkan bakal membuka lebar-lebar soal pemungutan suara ulang tuan rumah Piala Dunia 2022 jika korupsi tersebut terbukti benar. Terlebih, penyelenggaraan di negeri Timur Tengah itu masih dalam kontroversi karena faktor cuaca panas.

“Jika [ketua tim investigasi komite etik FIFA] Michael Garcia melaporkan adanya kecurangan dalam pemungutan suara pada Piala Dunia 2022, saya sebagai anggota eksekutif tak masalah jika dilakukan pemungutan suara ulang,” ujar Jim Boyce, wakil presiden FIFA.

Sementara itu, pihak panitia pencalonan Piala Dunia Qatar membantah jika ada kecurangan dalam pemungutan suara pada Desember 2010 di mana mereka mampu mengalahkan kandidat lain seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

“Mohammed bin Hammam tidak ada kaitannya secara resmi maupun tidak resmi dalam kepanitiaan pencalonan Piala Dunia Qatar. Kami membantah segala kecurangan yang telah dilaporkan media. Namun, kami siap bekerjasama sepenuhnya dengan Tuan Garcia untuk melakukan investigasi,” demikian pernyataan resmi dari pantia pencalonan Piala Dunia Qatar.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics