FOKUS: Aaron Ramsey, Mesin Gol Baru Arsenal

Golnya di final Piala FA, di Community Shield, dan di pekan perdana EPL, mempertegas torehan 16 golnya di musim lalu. Dialah Aaron Ramsey, sang mesin gol baru The Gunners!

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Februari 2010 silam menjadi hari kelabu bagi seorang Aaron Ramsey. Setelah mendapat sebuah tekel horor dari Ryan Shawcross, seketika gelandang Wales ini mengalami patah tulang fibula dan tibia pada kaki kanannya.

Melihat episode seram itu, publik mengira sepertinya karier Ramsey akan tamat di usia muda. Ancaman pensiun dini menggelayuti benak sang midfielder, apalagi 'didukung' dengan sulitnya dia mencapai bentuk terbaiknya pasca-cedera super berat yang sempat dihadapinya.

Namun, bagai mendapatkan mukjizat. Tak dinyana, Ramsey melesat tanpa batas sepanjang musim 2013/14. Kebangkitan Ramsey menganulir semua prediksi miring terhadapnya, dan era emas pemain 23 tahun itu sepertinya mencuat ke permukaan lagi.

Saat lini depan Arsenal majal, Ramsey menawarkan senjata rahasia yang selama ini tak pernah orang-orang lihat: tren mencetak gol. Mengejutkan, namun ini nyata! Ramsey seperti menjadi tumpuan Arsenal dalam mengoyak gawang lawan, gol demi gol mengalir dari kakinya.

Tak heran, akhir petualangan 2013/14 ditutup Ramsey dengan dirinya yang mengoleksi 16 gol di seluruh kompetisi - topskor kedua terbaik klub setelah Giroud. Untuk ukuran gelandang, capaian gol tersebut, dengan mempertimbangkan dia yang sejatinya rentan cedera, terbilang luar biasa.

Sekali lagi, form Ramsey ini di luar dugaan dan dia telah bertransformasi menjadi gelandang yang subur!

"Dia terus meningkat dari pertandingan ke pertandingan. Saya tadinya mempersiapkan dia di awal musim untuk bermain antara 15 dan 20 pertandingan, tapi dia berkembang dengan sangat pesat," aku manajer The Gunners Arsene Wenger di satu kesempatan pada musim lalu.

"Secara fisik, dia sekarang sungguh kuat. Dia cepat dan memiliki stamina yang mumpuni."

Bukan sekadar kebetulan. Kontribusi 16 golnya di musim lalu itu rupanya dibuktikan pula di periode awal kampanye 2014/15. Ramsey seakan memberi sinyal, jika kubu Emirates sekarang ini punya mesin gol baru.

Tilik saja ketika dia ikut menyumbang gol saat Arsenal membantai Manchester City 3-0 yang membuat klub London Utara mengklaim gelar perdana mereka di musim ini, Community Shield. Belum berhenti sampai di situ, di pekan pembuka Liga Primer Inggris, si Rambo memperlihatkan kehausannya dengan mencetak gol dramatis di menit-menit akhir kontra Crystal Palace untuk membawa Arsenal mengamankan tripoin pertama mereka.

Arsenal memang sedang dirundung masalah di lini serangnya. Mereka kekurangan stok striker murni, di mana saat ini hanya ada Giroud dan Yaya Sanogo yang berposisi sebagai penyerang tengah. Namun jika yang mau dibahas adalah sisi kuantitas golnya, tak perlu khawatir, karena mereka punya Ramsey, yang acapkali tanpa terduga bisa meledak.

Sadarkah Anda, dua gelar yang direngkuh Arsenal dalam rentang empat bulan ini - Piala FA dan Community Shield - tidak lepas dari peran sentral Ramsey, di mana di masing-masing ajang itu dia ikut menyumbang gol yang menentukan juara. Apakah tren gol Ramsey ini kebetulan?

Untuk membuktikannya, mari kita tengok statistik musim lalu. Sepanjang musim lalu, Ramsey berhasil memproduksi 27 tembakan on target, 11 off target, termasuk 12 sepakannya yang diblok. Ini dia lakukan hanya dalam total 23 penampilannya di ajang liga. Artinya, sebagai pemain yang berposisi sebagai midfielder, Ramsey terhitung rajin membuat kiper lawan bekerja keras. Di awal kampanye 2014/15, pencapaian itu tidak hilang. Di laga perdananya kontra Palace, Ramsey turut mendonasi gol, dengan akumulasi dua tembakan on target dan akurasi shot mencapai 100 persen!

Ramsey mengakui, perubahan dalam gaya bermainnya ini tidak lepas dari kecerdikan Wenger yang terus menggali dan mempelajari potensinya sejak masa transisi dari cedera. Kini, Wenger fokus untuk memerankan Ramsey sebagai seorang central midfielder.

"Sebelumnya saya bermain di banyak posisi. Saya seorang gelandang tengah. Saya telah bekerja keras, pantang menyerah dan saya merasakan betul peningkatan itu di akhir musim lalu. Sekarang saya berada di posisi saya semestinya," ulas Ramsey.

Ramsey tak akan berhenti sampai di sini. Dia bakal terus merasa lapar akan gol. Musim lalu bisa dikatakan adalah gebrakan awal, tapi musim ini saatnya dia meraih supremasi.

"Saya mencoba untuk meningkatkan [rekor gol] dari musim lalu. Jika saya menghitung dengan Community Shield, maka saya sudah punya dua gol sejauh ini! Saya ingin terus masuk ke kotak penalti lawan," seru Ramsey , merujuk golnya di Community Shield dan di laga Palace.

Petualangan 2014/15 akan menjadi momen penting bagi sang gelandang di tengah ambisi besar Arsenal merebut titel EPL dari genggaman Manchester City.

Ini masih fase awal, perjalanan musim masih panjang. Peluang untuk terus berkembang terbentang lebar, dan Loyalis The Gunners akan setia menunggu manuver selanjutnya dari si Rambo.

//

Topics