FOKUS: AC Milan Berharap Magis Jeremy Menez Di Olimpico

Mampukah Menez melanjutkan performa impresif untuk memberikan kado indah bagi Milan di hadapan bekas klubnya sendiri?

OLEH NAMA PENULIS Ikuti di twitter

Filippo Inzaghi punya tugas berat ketika ditunjuk sebagai suksesor mantan rekan setimnya, Clarence Seedorf, untuk menukangi AC Milan di musim panas. Sejak terakhir kali menjadi kampiun Serie A di musim 2010/11 bersama Massimiliano Allegri, penampilan I Rossoneri angin-anginan. Puncak keterpurukan Milan adalah musim lalu, di mana mereka bahkan tak mampu menembus zona Eropa.

Tak lama setelah peresmian Pippo, Adriano Galliani terbang ke Ibiza tapi jelas bukan untuk menikmati indahnya deburan ombak di musim panas. Galliani rupanya punya urusan lebih penting, bertemu Jeremy Menez dan singkat cerita dia menjadi rekrutan pertama di era Inzaghi.

Banyak yang mengerutkan dahi ketika Milan memutuskan memboyong pria kelahiran 7 Mei 1987 ke San Siro. Setelah membantu Paris Saint-Germain mengunci gelar di musim sebelumnya, waktu bermainnya terbatas. Carlo Ancelotti hengkang ke Real Madrid dan digantikan Laurent Blanc, dan di bawah asuhan kompatriotnya Menez justru kesulitan menunjukkan kemampuan. Belum lagi masalah indisipliner saat masih di Roma dan PSG, tapi Menez berjanji mengubah image anak nakal di awal kedatangannya di Il Diavolo Rosso.

Tapi tetap, sumpah Menez tidak mengubah pandangan orang yang meragukan dia akan memberikan dampak positif di Milan. Saat itu, Mario Balotelli masih dianggap bintang sementara Menez cuma akan menjadi peran pendukung. Lalu setelah penjualan Balo ke Liverpool, atensi publik beralih ke Stephan El Shaarawy. Akankah dia mampu mengembalikan bentuk terbaik seperti sebelum kehadiran Balotelli dari Manchester City?

Rupanya, Menez tidak main-main dengan janjinya menjadi ‘anak baik-baik’ dan itu dibuktikan di laga pembuka melawan Lazio. Gol debut serta assist dalam kemenangan 3-1 di markas sendiri setidaknya melepaskan Menez dari tekanan, meski masih juga yang sangsi dengan kemampuan juara Piala Eropa U17 karena Keisuke Honda dianggap tampil lebih menjanjikan.

Toh, Menez bergeming. Baginya, pembuktian di lapangan lebih penting daripada menanggapi nada sumbang di luar. Momentum mengembalikan nama baik tiba setelah Menez membukukan dua gol kontra Parma di giornata kedua. Selain memberikan umpan brilian untuk Ignazio Abate yang menjadi awal gol kedua bagi Milan, Jeremy Menez mencuri perhatian dalam sebuah adegan yang dikatakan banyak orang genius, apalagi kalau bukan gol backheel-nya.

“Itu murni insting. Jika saya memikirkannya, saya tidak ingat. Saya hanya melakukan yang ada di pikiran. Inilah sepakbola saja. Bersenang-senang. Insting. Saya tidak tahu bagaimana bertahan, saya tahu bagaimana menciptakan, berhadapan one-on-one,” aku Menez kepada La Gazzetta dello Sport.

Fernando Torres belum mencetak gol lagi sejak kontra Empoli, Keisuke Honda mandul sejak Oktober dan, setelah mengakhiri majal 622 hari bulan lalu, Stephan El Shaarawy melempem lagi. Maka tak heran, Milanisti menaruh harapan besar kepada Menez. Dengan delapan gol sejauh ini, Menez mencatat torehan gol terbaik liga sepanjang kariernya. Dan ingat, ini baru Desember, jadi bukan tidak mungkin pundi gol pemain bernomor punggung tujuh bakal terus bertambah. Dia hanya selisih dua dari Carlos Tevez yang menempati puncak daftar Capocannoniere.

Potensi Menez sebagai striker papan atas kini mulai terlihat nyata. Tiga poin tertinggal dari zona Liga Champions dan sukses tidaknya Setan Merah menembus tiga besar, akan sangat bergantung kepada apakah dia bisa melanjutkan kegemilangannya di Serie A. Di laga terakhir sebelum libur Natal melawan bekas klubnya, Roma, poin sempurna yang dihantarkan Menez bisa menjadi kado sempurna bagi Milan.

Bahkan, eks pemain Internazionale Benoit Cauet meminta Francesco Totti dkk siaga menjaga Menez.

“Menez kini memiliki pengalaman untuk menjadi pemimpin sejati. Milan membuat kesepakatan bagus dengan membawanya bebas transfer. Menez tak dapat melakukannya sendiri, tapi saya yakin dia akan main bagus dan pertahanan Roma harus memberikan perhatian spesial kepadanya,” ujar Cauet kepada Goal.

Mampukah Menez menjawab harapan Milan di laga krusial di Stadio Olimpico?

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics