FOKUS: Alasan Luis Enrique Dibenci Fans Real Madrid

Luis Enrique harus bersiap mendapat sambutan tak sedap dari Santiago Bernabeu pada akhir pekan ini akibat keputusan kontroversial yang ia buat 18 tahun silam.

OLEH BEN HAYWARD PENYUSUN SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Tiada rasa cinta yang tersisa. Itulah tema yang mengiringi kedatangan kembali Luis Enrique ke Santiago Bernabeu untuk pertama kali sebagai bos Barcelona pada Sabtu (25/10) esok. Namun, sambutan publik Madrid terhadap pria kelahiran Asturias 44 tahun silam itu bisa dipastikan jauh dari kata ramah.
Luis Enrique pernah berseragam Real Madrid ketika direkrut dari klub lokal Sporting Gijon seharga 250 juta pesetas (sekitar €1,5 juta) pada tahun 1991. Lima tahun berkarier di Bernabeu, ia memang tak pernah menjadi pemain pujaan Madridistas. Luis Enrique malah membuat keputusan tak terduga dengan hijrah ke rival abadi Barcelona dengan status free transfer setelah kontraknya tidak diperpanjang Madrid.
Sebagai pemain serbaguna yang bisa ditempatkan di area lapangan mana saja, Luis Enrique kerap diturunkan di posisi striker namun sering pula digeser ke pos bek sayap. Sayang, ia kerap mendapat cemoohan dari suporter sendiri menyusul performa buruk Madrid pada saat itu. Ya, Los Blancos kalah bersinar dari Barcelona yang tengah berada di era “Dream Team” dengan mampu merengkuh titel liga empat musim berturut-turut (1991-1994) dan sekali juara Eropa (1992).
Pada musim 1994/95, Madrid mulai bangkit dengan memenangi La Liga dan Luis Enrique sukses mencetak sebiji gol dalam kemenangan 5-0 atas Barca. Golnya menjadi gol keempat Madrid dan ia berlari ke tepi lapangan sambil menarik jersey putihnya untuk merayakannya di depan pendukung Madrid, mencoba menunjukkan rasa cintanya kepada klub. Namun hanya itulah cerita manis Luis Enrique di ibu kota Spanyol.
Di akhir masa kontraknya pada musim 1995/96, Enrique frustrasi akibat jarang dimainkan. “Lagi-lagi saya tidak dimainkan. Masa depan saya sudah jelas dan saya akan berbicara dengan agen saya. Saya sudah terlalu banyak diistirahatkan sampai-sampai saya masih akan sanggup bermain di usia 60 atau 70 tahun!” ujar Enrique yang merasa sangat tidak puas dengan keputusan pelatih Madrid Jorge Valdano karena meminggirkannya saat melawan Albacete pada Oktober 1995.

Mendengar kabar Luis Enrique yang tengah tidak bahagia di Bernabeu, Sporting Gijon berusaha untuk merekrut ulang eks pemainnya itu, namun Barcelona juga menunjukkan ketertarikan dengan menghubungi agennya. Valdano sendiri meninggalkan Madrid pada akhir Januari setelah membawa El Real terancam finis di luar zona Eropa.
Di saat bersamaan, Luis Enrique meminta klub untuk memberinya kontrak baru dan kenaikan gaji, namun Madrid enggan memenuhi permintaan tersebut sehingga semakin bulatlah tekadnya untuk bergabung ke Barca. Fabio Capello, yang datang pada musim panas 1996, sempat meminta manajemen Real untuk mempertahankan Luis Enrique, tapi sang pemain berusia 26 tahun itu sudah memantapkan keputusannya.
“Saya punya seorang pemain, Luis Enrique, yang tidak pernah cocok dengan fans di Bernabeu,” kata sang agen Gines Carvajal. “Real Madrid menolak untuk memperpanjang kontraknya, jadi kami mencari klub baru. Ketika semuanya sudah disepakati bersama Barcelona, Madrid mendatangkan Capello dan mereka meminta kami bertahan. Mereka berjanji, bersama Capello, dia tidak akan dicemooh. Tapi itu semua sudah terlambat.”
Dalam jumpa pers pertamanya sebagai pemain Barca, Luis Enrique mengatakan bahwa ia tidak pernah menyukai foto dirinya menggunakan jersey Madrid. “Saya merasa lebih baik berseragam Azulgrana,” ujarnya ketika itu.
Tapi yang membuat fans Madrid benar-benar geram adalah aksinya di lapangan hijau, tepatnya di musim keduanya bersama Barca. Ia mampu mencetak gol pertamanya ke gawang Madrid, menarik jerseynya di depan ultras Madrid -- persis seperti yang ia lakukan di selebrasi sebelumnya -- hanya kali ini ia berseragam Barca dan memprovokasi suporter tuan rumah. “Saya tak peduli dengan pikiran orang-orang seperti mereka [fans Madrid],” tuturnya.
Mantan bek kiri Barca Sergi Barjuan kepada Goal menceritakan momen itu. “Dia merayakannya sambil memukul-mukul dadanya. Saat berada di ruang ganti, pelatih dan semua pemain menertawai hal tersebut karena selebrasinya yang begitu ekspresif,” tuturnya.

“Dia memberikan segalanya untuk klub. Fans Barca bisa melihat hal itu. Dari situlah Luis Enrique dan fans Barca langsung terkoneksi dengan cepat. Tentu saja fans Madrid tidak suka melihat hal tersebut,” jelas mantan pemain dan pelatih Blaugrana Carles Rexach kepada Goal.
Secara total, Luis Enrique mampu menggelontorkan lima gol ke gawang Madrid dan tentu saja ia merayakan seluruh golnya itu dengan penuh rasa bangga. Beberapa kali ia juga bersitegang di lapangan dengan para pemain Madrid, termasuk dengan Zinedine Zidane.
“Masa-masa saya di Real Madrid bukanlah memori yang indah,” ujar Enrique suatu waktu. Ia juga menjabarkan kemenangan 6-2 Barca di Bernabeu pada 2009 sebagai “orgasme sepakbola”. Dan pada pekan lalu, Enrique sudah mengumbar ambisi untuk membidik poin sempurna di Bernabeu, kendati juga menegaskan bahwa duel El Clasico besok tidak akan menjadi penentu juara liga.
Luis Milla, mantan gelandang Barca dan Real, sempat bercerita kepada Goal terkait transfer Luis Enrique ke Camp Nou, “Di ruang ganti Madrid, kami menganggap transfer tersebut sebagai masalah pribadi si pemain. Kami tahu ada ketidakjelasan dengan situasinya pada waktu itu, apakah itu karena pikirannya sudah kacau atau karena dia memang tidak sedang dalam performa bagus.”
Segenap pendukung Madrid di Bernabeu kiranya sudah tidak sabar dengan pagelaran El Clasico pada akhir pekan ini. Bukan hanya menantikan adu hebat dua pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, tetapi juga siap menyambut sosok yang sudah sejak lama berstatus sebagai public enemy.

addCustomPlayer('16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', '', '', 620, 540, 'perf16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', 'eplayer4', {age:1407056178000});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics