FOKUS: Aroma Reuni AS Roma & Bayern Munich

Duel antara AS Roma dan Bayern Munich akan menjadi pertemuan antara kawan lama.

OLEH TAUFIK BAGUS

AS Roma akan menjamu Bayern Munich di Olimpico sebelum melakukan kunjungan balasan di Allianz Arena dua minggu lagi.

Bagi sejumlah pihak, laga ini memiliki arti tersendiri dan membuka kembali kenangan masa lalu mereka.

Sebutlah Pep Guardiola, yang pernah menjalankan kiprahnya bersama AS Roma saat masih berstatus sebagai pemain. Kemudian juga ada Mehdi Benatia, bek Bayern yang musim lalu masih merumput di ibu kota Italia.

Ya, laga ini sarat akan gengsi dan juga kenangan di masa lalu. Goal Indonesia merangkum sejumlah kenangan yang tercatat sejarah di antara personil masing-masing tim yang bertanding.

Pep Guardiola tak bisa dikatakan memiliki pengalaman mengesankan di AS Roma. Menekuni karir sebagai pemain di musim 2002/03, hanya empat laga mantan pelatih Barcelona itu menjalani pertandingan untuk timnya itu.

Yang paling menyesakkan adalah ketika dirinya terbukti positif memiliki kandungan nandrolone dalam tes urin yang dijalaninya, yang memaksanya mendapat sanksi skors empat bulan.

Selama berada di AS Roma, Guardiola tampil di empat laga serie A, tiga partai Coppa Italia dan mencetak satu gol juga satu laga di Liga Champions.

"Saya selalu ingin bertahan di AS Roma," demikian kata Mehdi Benatia saat dirumorkan akan dilepas klub Serie A Italia tersebut di musim panas. Harapannya pupus dengan Bayern menjadi pihak yang merekrutnya.

Selama bersama AS Roma, Benatia tampil di 33 laga Serie A dan mencetak tiga gol, sekaligus mengantar timnya menduduki posisi runner up Serie A musim lalu. Laga ini pastinya akan menjadi laga emosional untuk Benatia.

Menghadapi Bayern Munich bukanlah pengalaman pertama Rudi Garcia sebagai pelatih. Saat masih berkiprah bersama tim Ligue 1 Prancis Lille, ia juga pernah merasakan bagaimana panasnya persaingan melawan raksasa Jerman tersebut.

Hanya saja, dalam dua pertemuan di fase grup Liga Champions 2012/13, Rudi Garcia harus mengakui lawan yang dihadapinya bukan sekelas Lille.

Pada pertemuan pertama di Stade Lille Metropole, skuat asuhan Rudi Garcia dipaksa menyerah lewat gol tunggal Thomas Muller lewat titik putih penalti di menit 20, yang membuat Lille merasakan kekalahan ketiga mereka di fase grup.

Di Allianz Arena dua minggu kemudian, Lille dipermak dengan enam gol berbalas satu. Di laga ini juga terukir satu rekor, di mana Claudio Pizarro mencetak hat-trick ketiga tercepat dalam sejarah Liga Champions.

Selain Pizarro, tiga gol Bayern lain dicetak oleh Bastian Schweinsteiger, Arjen Robben dan Toni Kroos. Sementara satu-satunya gol Lille dilesakkan oleh Salomon Kalou pada menit 57.

Dalam sejarah karirnya, Francesco Totti sudah beberapa kali merasakan bagaimana panasnya persaingan di Liga Champions, termasuk saat menghadapi wakil dari Jerman.

Ada pun AS Roma memiliki rekor melawan wakil Bundesliga dengan tujuh kemenangan, dua hasil imbang dan tiga kekalahan saat bertanding di kandang sendiri. Sementara Totti pernah menghadapi empat tim Bundesliga, dimulai dengan Karlsruher SC di musim 1996/96 ajang Piala UEFA. Hebatnya, Totti belum pernah merasakan pahitnya kekalahan menghadapi wakil Jerman.

Jika bisa mempertahankan diri dari kekalahan menghadapi Bayern, Totti bisa berbangga melengkapi catatan rekornya di Liga Champions musim ini. Sebelum di matchday kedua, Totti menjadi pemain tertua yang mencetak gol di Liga Champions di usia 38 tahun dan tiga hari.

addCustomPlayer('8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', '', '', 620, 540, 'perf8zsoo3iz1ey11dxuuxg1dkcox', 'eplayer4', {age:1407083239229});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics