FOKUS: Bongkar Pasang Penggawa Ala Real Madrid & Atletico Madrid

El Real meneruskan tradisi memboyong bintang-bintang beken, sementara Atleti kali ini juga belanja besar demi mengkover kepergian pilar-pilar utama.

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA & AHMAD REZA HIKMATYAR

Seperti klub-klub Eropa lainnya, Real Madrid dan Atletico Madrid juga turut meramaikan transaksi pada bursa jual-beli pemain musim panas lalu. Dua tim rival sekota yang akan bertarung di Santiago Bernabeu dalam lanjutan La Liga, Sabtu (13/9) esok, itu bahkan termasuk dalam daftar sepuluh klub dengan nominal pengeluaran terbesar.

Sementara Los Merengues memang telah lama dikenal gemar memboyong bintang-bintang baru setiap tahunnya, giatnya aktivitas belanja Los Colchoneros lebih diakibatkan kebutuhan untuk menambal kepergian pilar-pilar utama dan mempertahankan, atau bahkan menambah, daya saing setelah musim lalu merebut mahkota juara liga serta menembus final Liga Champions.

Di bawah ini Goal Indonesia mengupas bongkar-pasang komposisi skuat El Real dan Atleti dari kacamata pandit masing-masing tim. Simak!

*) Sumber: Transfermarkt

Beban berat itu akhirnya terangkat, Real Madrid sukses mewujudkan ambisi besar dengan mendatangkan trofi Liga Champions kesepuluh atau La Decima ke Santiago Bernabeu.

Trofi La Liga Spanyol memang disambar tim tetangga Atletico Madrid, namun hal tersebut tidak mengurangi euforia di kalangan loyalis Los Blancos karena mereka menyadari masa depan cerah terbentang bersama pelatih Carlo Ancelotti hingga asa tersebut sedikit goyah setelah adanya perubahan yang dilakukan di bursa transfer pemain musim panas lalu.

Kepindahan kiper Diego Lopez ke AC Milan sudah cukup membuat dahi mengkerut ditambah lagi Angel Di Maria dan Xabi Alonso yang dilepas ke Manchester United dan Bayern Munich.

Tahun lalu Carlo Ancelotti lebih memilih menjual Mesut Ozil ke Arsenal ketimbang melepas Angel Di Maria dan keputusan ini terbayar lunas karena winger Argentina merupakan salah satu pemain dengan penampilan konsisten musim lalu. Dengan nafas kuda, Di Maria rajin membantu serangan dan tidak alergi turun ke bawah mengawal benteng pertahanan.

Assier Illarramendi sejatinya diproyeksikan sebagai pelapis Xabi Alonso, sayang gelandang masa depan Spanyol ini gagal memenuhi ekspektasi hingga sang pemain veteran tetap diandalkan demi keseimbangan tim. Tetapi sekarang sang bintang telah pergi.

El Real memang sudah mendapatkan pengganti dengan menghadirkan tiga bintang Piala DUnia Brasil yaitu Keylor Navas, James Rodriguez dan Toni Kroos. Terakhir penyerang yang kerap jadi penghangat bench Old Trafford, Javier Hernandez di boyong ke ibu kota Spanyol.

Dari data yang didapat dari Transfermarkt, secara finansial, aktivitas El Real di bursa transfer merugi sekitar €8,55 juta namun angka ini jauh lebih baik dari neraca transfer tim musim panas tahun lalu yang mencapai minus €52 juta. Secara finansial El Real tersenyum lebar namun bagaimana dengan performa tim?

James & Di Maria | Pembelian dan penjualan termahal Madrid

Pertanyaan di atas justru menjadi kekhawatiran fans Madrid, tim kesayangan mereka memang sanggup mengamankan gelar perdana dengan menekuk Sevilla di Piala Super Eropa namun Los Colchoneros gagal ditanduk di ajang Piala Super Spanyol hingga ambisi meraih enam gelar dalam satu musim langsung musnah.

Tidak ada keraguan terhadap kemampuan individu Kroos dan Rodriguez, tetapi apakah tenaga keduanya memang dibutuhkan El Real? Carlo Ancelotti sanggup menghadirkan keseimbangan tim berkat kemampuan Di Maria dan Alonso, namun apakah Kroos dan Rodriguez bisa menghadirkan kenyamanan serupa?

Dengan mahar €30 juta, transaksi pembelian Kroos yang bersabuk gelar juara Bundesliga dengan Bayern dan Piala Dunia bersama Jerman terbilang langkah fantastis. Kroos adalah pemain dengan kemampuan mengendalikan ritme permainan, dengan umpan-umpan akurat dan tenang di tengah tekanan lawan pemain ini bakal mudah menyegel satu tempat di skuat utama, sayangnya gelandang Jerman masih harus memperbaiki performa saat bertahan, sebuah hal krusial yang justru dimiliki Alonso.

Sementara itu Rodriguez membuat El Real merogoh kocek €80 juta, lebih dari dua kali harga Kroos dari sudut pandang usia dan tanpa pengalaman beraksi di kompetisi besar Madrid seperti mengincar potensi besar di depan, bukan kemampuan si pemain saat ini.

Sejumlah catatan memperlihatkan kemampuan terbaik Rodriguez keluar saat bermain di posisi gelandang serang namun sayang peran ini jarang muncul di skema Carlo Ancelotti bersama Madrid.

Meski demikian, dari dua penampilan di La Liga masing-masing sebagai gelandang dan penyerang sayap, performa Rodriguez tidak bisa dinilai buruk meski tak juga dibilang istimewa. Begitu juga dengan Kroos, catatan statistik memperlihatkan potensi itu ada namun masih butuh waktu untuk melebur sempurna dengan skuat yang sudah lama beredar di Bernabeu.

Berbicara perubahan di sektor lainnya tercipta di bawah mistar dan penyerang. Javier Hernandez diboyong El Real jelang bubaran transfer bisa jadi opsi menarik sebagai pengganti atau pelapis memadai Karim Benzema. Sementara itu di bawah mistar gawang Keylor Navas - salah satu kiper terbaik La Liga tahun lalu dan Piala Dunia di Brasil - menjadi pesaing nomor satu Iker Casillas, atau bahkan berpotensi menggeser posisi sang legenda.

Ikuti Gunawan Widyantara di

*) Sumber: Transfermarkt

Atletico Madrid jadi fenomena musim lalu dengan kesuksesannya meraih gelar La Liga Spanyol dan mencapai final Liga Champions. Bukan tanpa alasan, karena tim asuhan Diego Simeone mengarungi musim dengan komposisi tim yang saat itu disebut inferior dibandingkan klub-klub besar lainnya. Namun setelahnya, mayoritas pilar mereka menjelma jadi pemain bintang lima dan laris manis di lantai bursa musim panas 2014/15.

Menanggapi situasi tersebut, direktur olahraga Atletico, Jose Luis Caminero, yang bersinergi dengan Simeone langsung menyusun strategi jitu untuk menyiasati segala transaksi pemain yang terjadi. Mereka paham jika kini Los Rojiblancos bukan lagi klub semenjana yang mengundang decak kagum atas keberhasilan mematahkan dominasi tim-tim besar. Istilah “one-hit wonder” tidak ada dalam kamus klub yang bermarkas di Vicente Calderon. Pembelajaran sudah mereka petik dari tim macam Blackburn Rovers, Kaiserslautern, hingga mereka sendiri di musim 1999/00.

Kini Atletico adalah sebuah klub besar yang memegang titel La Liga dan finalis Liga Champions. Kualitas akan status tersebut harus tetap terjaga lewat komposisi tim yang memadai, untuk bisa mempertahankan atau bahkan melebih prestasi mereka musim lalu. Cara paling mudah untuk bisa meraih asa tersebut adalah kecerdikan di lantai bursa.

Sadar bintang-bintang macam Diego Costa, Felipe Luis, hingga Thibaut Courtois tidak dapat lagi ditahan kepergiannya, Atletico akhirnya melepas ketiganya ke klub yang sama, Chelsea. Kecuali nama terakhir yang kembali dari masa pinjaman ke klub induknya, akumulasi penjualan Costa dan Felipe ke The Blues mencapai €58 juta. Jumlah yang lumayan bagi sebuah klub untuk bisa berbicara di bursa transfer, namun Atletico menolak.

Mereka lantas kembali melepas sederet pemain yang dianggap tak bakal memberikan kontribusi cukup untuk musim 2014/15. Adrian Lopez, Sergio Asenjo, Joshua Guilavogui, hingga Javier Manquillo adalah beberapa nama beken yang dipersilakan hijrah untuk diuangkan. Ditambah dana hasil penjualan Costa dan Felipe, secara akumulatif Atletico meraih pendapatan sejumlah €88 juta.

Dana tersebut lantas disuntikkan secara cerdas di lantai bursa transfer dengan mendatangkan pengganti para pilar musim lalu, mulai dari Mario Mandzukic (€22 juta), Antione Griezmann (€30 juta), Jan Oblak, (€16 juta), dan sederet nama berkualitas lain hingga Alessio Cerci (€15) juta sebagai transfer pamungkas. Total bujet sebesar €110,1 juta dikeluarkan untuk bursa musim panas lalu.

Defisit senilai €22,1 juta tidak bisa dibilang besar untuk mempertahankan kualitas sebuah tim mapan di Eropa. Hasilnya pun langsung terasa di empat pertandingan kompetitif musim 2014/15, yang sudah dilakoni Los Colchoneros. Dua kemenangan tanpa pernah kalah, yang menghasilkan satu trofi Piala Super Spanyol dengan menundukkan Real Madrid.

Mandzukic | Menggantikan Diego Costa di lini depan Atleti

Sorotan utama dari hasil-hasil tersebut terletak pada peran Mandzukic, Griezmann, dan Miguel Moya sebagai pemain anyar yang konsisten menembus tim inti.

Untuk nama pertama, striker yang baru didatangkan dari Bayern Munich itu terlihat langsung nyetel dengan skema dan gaya permainan Simeone yang menggunakan penyerang tunggal. Satu hal yang sudah lazim ia perankan semenjak di Wolfsburg dahulu. Komparasinya mudah, karena Mandzukic sudah mencetak dua gol dari empat partai yang sudah dimainkannya. Ia juga gemilang dalam laga pramusim Atletico, sehingga jadi jaminan kesuburan musim ini.

Setali tiga uang, Griezmann juga sukses menembus tim inti Atletico. Sang transfer temahal musim ini bisa berperan pada posisi berbeda dalam duo skema andalan Simeone, yakni 4-2-3-1 dan 4-5-1. Ya, ia mampu menjadi winger maupun second striker. Meski stamina masih jadi maslah terbesarnya, akselerasi dan mobilitas Griezmann begitu menakutkan. Satu assist sudah ia persembahkan untuk gol kemenangan Mandzukic di Piala Super Spanyol.

Sementara Moya mendapat apresiasi tersendiri karena mematahkan ekspektasi setiap orang akan pengganti sepadan Courtois. Kiper yang didatangkan dari Getafe ini awalnya diplot sebagai pelapis Oblak yang direncanakan sebagai pilihan utama. Namun berkat performa heroiknya sepanjang laga pramusim, Simeone jadi enggan menyiakan jasanya. Selalu bermain penuh dalam empat laga kompetitif Atletico, Moya sukses membuat 12 penyelamatn dengan hanya kebobolan sepasang gol.

Nama-nama lainnya seperti Guilherme Siqueira, Cristian Ansaldi, Alessio Cerci, Raul Jimenez, Jesus Gamez, hingga Emiliano Velasquez masih sulit menembus tim utama lebih dikarenakan faktor adaptasi. Meski begitu dua nama yang disebut pertama kini sedang bersaing ketat memperebutkan pos fullback kiri peninggalan Felipe Luis.

Jelang Derby Madrid akhir pekan ini, menarik dinanti kontribusi seperti apa yang bisa dihadirkan deretan pemain anyar dalam duel klasik, penuh gengsi, dan berkelas tersebut. Meski begitu, kehadiran mereka dirasa sudah mampu memberikan garansi partai berkualitas di Santiago Bernabeu esok.

Ikuti Ahmad Reza Hikmatyar di

addCustomPlayer('16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', '', '', 620, 540, 'perf16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', 'eplayer4', {age:1407056178000});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics