FOKUS: Depan Tajam, Belakang Meragukan, Filippo Inzaghi Tahu Masalah Di Milan

Dua laga sudah dijalani Milan dan dua kemenangan diraih dengan skor besar dan, sayangnya, kemasukan juga banyak. Harus ada solusi untuk hal yang terakhir itu.

OLEH MOHAMMAD YANUAR Ikuti @mohammadyanuar di twitter

"Saya lebih memilih clean sheets ketimbang memasukkan banyak gol."

Demikian pernyataan Branislav Ivanovic beberapa hari lalu melihat rekor kemasukan Chelsea. Lalu apa hubungannya dengan Milan?

Chelsea dan Milan memiliki rekor memasukkan dan kemasukan yang cukup mirip. Mereka tim yang produktif, tapi juga rawan kemasukan gol. Khusus untuk Milan, rekor mereka terbilang kurang meyakinkan.

Dengan laga melawan Juventus sudah di depan mata, itu berarti lini depan dan belakang Milan akan diuji. Juventus dikenal memiliki kualitas pemain depan yang bagus, dan lini belakang yang solid. Itu berarti, Milan akan berhadapan dengan tim yang jauh lebih baik ketimbang Parma dan Lazio.

Secara statistik, Milan sudah kemasukan lima gol dari dua laga. Itu berarti Milan kemasukan 2,5 per laga, dengan satu gol dilesakkan dari titik penalti.

Tapi ada fakta yang jelas memprihatinkan bila melihat duel area pemain menghadapi pemain lawan. Dari 46 duel area, hanya 28 momen yang bisa dimenangi. Dari catatan tersebut menunjukkan barisan belakang Milan tak cukup bagus dalam mempertahankan daerah mereka.

Melihat komposisi yang dimiliki Inzaghi saat ini, bisa dimaklumi jika kualitas lini pertahanan Milan terbilang rapuh. Bukan hanya masalah cedera, seperti yang dialami Alex dan Daniele Bonera, Milan juga tak memiliki seorang leader di jantung pertahanan.

Sebelumnya ada sosok Paolo Maldini, kemudian Thiago Silva. Dan setelah itu tak ada pemimpin tim yang bisa diandalkan. Christian Abbiati, pemain paling veteran di sektor belakang, juga dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak cerewet. Jika pun memberikan instruksi, hanya seperlunya saja.

Secara kualitas, pemain belakang yang dimiliki Inzaghi terbilang di atas rata-rata. Adil Rami, Critian Zapata, Pablo Armero, Mattia De Sciglio, Ignazio Abate, mereka ini adalah langganan timnas masing-masing. Tapi mereka belum memiliki leadership yang dibutuhkan untuk memegang komando di sektor belakang. Dan di sektor itulah Milan harus mencari solusi terbaik. Menemukan sosok leader yang tepat menjadi PR utama Inzaghi saat ini.

Peran itu yang seharusnya dijalankan Riccardo Montolivo. Sebagai jenderal lapangan tengah, Montolivo punya kewenangan untuk ikut mengatur sektor pertahanan timnya. Hanya saja, di dua laga terakhir, Montolivo tak bisa bermain karena masalah cedera. Sementara peran Michael Essien juga belum dimaksimalkan. Tapi menjadi leader juga mungkin terlalu dini buat mantan pemain Chelsea itu, mengingat dia terbilang 'pemain baru' di San Siro.

Jika sudah begitu, Inzaghi bisa jadi mencari alternatif lain, yaitu dengan memperkuat sektor tengah bertahan. Itu berarti ada tanggung jawab lebih yang dibebankan kepada Nigel De Jong dan Sulley Muntari untuk menjadi tembok pertahanan pertama yang dihadapi pemain lawan. Selain itu, Inzaghi mungkin harus berani menginstruksikan pemain depannya untuk membantu bertahan lebih ke dalam saat dalam posisi tertekan. Hanya dengan cara ini sementara ini bisa meredam serangan pemain lawan.

Bagaimana dengan agresifitas ke sektor pertahanan lawan? Sepertinya Inzaghi tahu bagaimana memaksimalkan potensi skuatnya. Milan menjadi salah satu tim paling produktif hingga iornata kedua dengan delapan gol dilesakkan. Di setiap laganya, setidaknya sembilan tendangan dilepas ke arah gawang, dengan enam di antaranya mengarah ke sasaran secara rata-rata.

Hanya saja, situasi akan menjadi rumit apabila barisan pemain belakang lawan bisa memaksa pemain Milan untuk berada di luar kotak penalti. Soalnya, dari delapan gol yang diciptakan pemain Milan, semuanya dilesakkan dari area 12 pas.

Milan di era Inzaghi juga bukan Milan yang doyan berlama-lama dengan bola. Hanya 47 persen penguasaan bola yang dicatat Milan di dua laga terakhir mereka. Inzaghi lebih memilih langsung menyerang dan menekan secara frontal.

Bila strategi ini sudah dibaca lawan, bukan tidak mungkin Milan akan kesulitan untuk mencetak gol. Ya, produktivitas Milan di dua laga terakhir bisa terhambat apabila tidak ada pembaharuan strategi.

Tapi, Inzaghi sepertinya sudah menyimpan sejumlah taktik untuk menerobos tembok tangguh pertahanan Juventus dinihari nanti. Fernando Torres, Jeremy Menez, Keisuke Honda dan bahkan Stephan El Shaarawy akan bisa menjadi aktor penting dengan 'kelicikan', kecerdikan dan keuletan mereka di depan gawang lawan. Kita tunggu saja nanti!

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics