FOKUS: Diego Maradona Yang Tiada Duanya

Tak akan ada lagi Maradona, atau pemain yang bisa menyamai prestasinya, di level klub atau timnas Argentina, ya kan?

OLEH KRIS VOAKES PENYUSUN MOHAMMAD YANUAR

Sepakbola mencintai mereka yang jenius, pemain yang bisa begitu meesona di lapanan, tapi juga destruktif buat lawan, yang terkadang juga membawa masalah mereka di lapangan. Apa yang mereka lakukan mungkin bisa ditolerir, selama magis yang ditunjukkan di lapangan bisa konsisten.
Itulah yang ditunjukkan Maradona. Lembaran hitam dalam perjalanan karirnya juga dibarengi sejumlah aksi brilian di lapangan.

Maradona bisa dikatakan sejajar dengan legenda hidup yang memesona dunia, seperti halnya Pele, Puskas, Bekcekbauer, Cruyff. Tak seorang pun yang melihat aksinya di Piala Dunia 1986 di Meksiko yang akan meragukan betapa sepakbola sangat berarti baginya, dan dia juga begitu berarti buat sepakbola. Di level klub bersama Napoli, serangkaian sukses diukirnya dan di kota Naples, dirinya sudah menjadi legenda sejati.

Permainan luar biasa yang ditunjukkannya di setiap pekan menghadapi barisan pertahanan brilian sangat mengesankan, di di era yang sama dengan Platini, Gullit, Rossi, Van Basten, Baresi, Falao, Matthaus dan lainnya, Maradona adalah raja sejati.

Platini sendiri juga mengaku dirinya berutang pada bakat yang dimiliki Diego.

"Diego bisa melakukan yang orang lain tidak bisa menyamai. Apa yang bisa saya lakukan dengan bola, Maradona bisa melakukannya dengan sebuah jeruk," ujarnya.

Dan perjalanan sukses Maradona semua dimulai bersama Argentinos Juniors dan Boca Juniors, yang membuat raksasa Eropa tertarik menggunakan tenaganya. Cedera dan kendala kesehatan sempat menghambat karirnya bersama Barcelona, tapi itu hanya cacat kecil dalam perjalanan karir suksesnya.

Napoli menebusnya dari Katalan dengan nilai 19,4 juta dolar dan pada Juli 1984, dia diperkenalkan di San Paolo di hadapan 70,000 lebih pendukung. Dan dengan aksi jugling-nya, Maradona berhasil menyihir mereka yang hadir di stadion.

Semua itu menjadi awal dari perjalanan luar biasa yang menjadi dasar dari kesuksesan yang ditunjukkannya di tanah Italia. Gol demi gol dilesakkannya, pun demikian dengan assist, seakan menunjukkan kepada fans Napoli apa yang bisa ditawarkannya untuk mereka.

Dan trofi demi trofi dipersembahkan Maradona, degan total dua gelar scudetto Serie A, satu Piala UEFA, satu Coppa Italia dan satu Piala Super Coppa Italia dalam rentang waktu tujuh musim.

Sempat bermain di Sevilla sebelum kembali ke Newells Old Boys dan kemudian Boca, namun sinar kebintangannya tertinggal di kota Naples.

Itu catatan suksesnya di level klub, bagaimana di kancah internasional bersama Argentina?

Debutnya di mulai di usia 16 pada 1977, dan kemudian dia bisa bermain di empat Piala Dunia. Di 1982 dan 1994 memang tak cukup mengesankan, demikian juga di 1990, tapi di edisi 1986 merupakan Piala Dunia terbaik dalam sejarah karirnya.

Adalah laga melawan Inggris yang menjadi laga begitu mengesankan bagi pecinta sepakbola di seluruh dunia. Banyak drama di sana, juga aksi brilian dan pastinya kebrilianan dan kecerdikan Maradona, yang mencetak dua gol di laga itu.

'Gol tangan Tuhan' tercipta di laga itu, tapi gol keduanya yang menjadi fenomenal. Berlari dari tengah lapangan, melewati barisan pemain belakang lawan dengan aksi individu dan melesakkan bola ke gawang Inggris, Diego membuat dunia tertegun.

Gelandang Inggris Steve Hodge menjadi salah satu saksi mata langsung di lapangan, sekaligus menjadi korban dari aksi jenius Maradona.

"Saya menyaksikan sepakbola selama 40 tahun lebih dan saya tak pernah menyaksikan gol yang lebih baik lagi," ujarnya kepada Goal.

"Menjadi kebanggaan tersendiri saya berada di lapangan ketika momentum bersejarah itu terjadi, jika memang kebanggaan menjadi kata yang tepat untuk digunakan. Saya hanya teringat mengatakan 'wow'."

Pastinya tidak ada gol yang bisa terulang dalam sejarah sepakbola, dan Argentina juga Maradona memenangi penghargaan tertinggi sepekan kemudian, dengan menang 3-2 atas Jerman Barat dengan lima gol dan lima assist tercatat atas namanya. Tak diragukan lagi, dia adalah pemain yang luar biasa.

Harus diakui El Diego memiliki bakat, kontrol, tendangan, kepemimpinan dan hasrat yang besar dan karakter kuat untuk menjadikan dirinya seperti yang diinginkan.

Tak sedikit yang akan mengatakan dia telah memenangi Piala Dunia dengan tangannya sendiri, dan sulit untuk tidak setuju. Sepakbola sudah memaafkan Maradona atas drama yang dibuatnya di luar lapangan. Tapi dia adalah satu-satunya Maradona, dan turnamen Piala Dunia 1986 adalah miliknya dan miliknya sendiri.

"Tuhan membuat saya bermain bagus," ujar Maradona.

"Karena itulah saya selalu membuat tanda salib saat masuk ke lapangan. Saya merasa saya mengkhianati-Nya jika tidak melakukannya."

Jika memang itu benar, maka Tuhan sudah melakukan hal yang luar biasa.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics